Salah satu manfaat dari waktu baku adalah guna
menyeimbangkan lintasan produksi. Line balancing digunakan dalam produksi
missal (batch) terutama dalam lintasan perakitan. Tujuan dari line balancing
adalah untuk memenuhi permintaan dan membebankan pekerjaan pada beberapa
stasiun kerja yang akan menghasilkan tingkat efisiensi lintasan yang maksimal
(Kusuma, 2001, p.109).
1.1.1.
Jaringan Kerja (Procedence
Diagram)
Precedence diagram dapat dimanfaatkan
sebagai prosedur dasar untuk mengalokasikan elemen-elemen kerja yang
menggambarkan urutan-urutan elemen kerja dan lamanya waktu pengerjaan untuk
tiap elemen kerja.
Precedence diagram digunakan untuk
membantu peneliti dalam melihat alur proses produksi secara keseluruhan dan
dalam menyusun keseimbangan lintasan produksi.
1.1.2.
Elemen-elemen dalam Line Balancing
Berikut ini adalah beberapa elemen
yang biasa dipakai dalam Line Balancing (Sritomo, 1995, p.290):
·
Kapasitas adalah kemampuan
pembatas dari unit produksi untuk dapat berproduksi dalam waktu tertentu, dan
biasanya dinyatakan dalam bentuk keluaran (output) per satuan waktu. Yang
dimaksud dengan unit produksi adalah tenaga kerja, mesin, unit stasiun kerja,
proses produksi, perencanaan produksi, dan dilakukan dengan menganalisa produk
dan aliran proses produksinya, melakukan pengukuran waktu kerja, dan melakukan
pengamatan aktivitas operator di lantai produksi secara langsung.
·
Waktu Siklus yang dilambangkan
dengan Tc adalah waktu yang tersedia pada tiap stasiun kerja untuk pelaksanaan
pekerjaan yang dialokasikan ke stasiun kerja tersebut, biasanya diatur
dipengaruhi oleh output (Q) yang dikehendaki selama periode waktu produksi (P)
dengan formulasi:
Kendala akan muncul jika salah satu
operasi memiliki waktu proses yang lebih besar dari waktu siklus yang
diinginkan. Konsekuensi dari waktu proses yang lebih besar ialah bahwa produksi
tidak akan mungkin diperlukan lembur atau penambahan shift kerja. Oleh karena
itu waktu siklus juga dapat ditentukan berdasarkan waktu elemen/proses terlama.
·
Jumlah minimal dari stasiun
kerja (N min), dapat dihitung dengan rumus:
Agar bisa diperoleh kesempatan yang
memungkinkan yang menyeimbangkan lintasan dengan cukup beralasan, maka waktu
elemen Tei seharusnya lebih kecil dibandingkan dengan waktu siklus (Tc). Di
sini harga N harus berupa bilangan bulat. Biasanya harga N min karena masalah
keseimbangan.
·
Line Effeciency (E) merupakan
perbandingan total waktu pada semua stasiun kerja terhadap waktu siklus dan
jumlah stasiun kerja yang dinyatakan dalam prosentase. Effisiensi lintasan
dapat dihitung dengan rumus:
Yang mana:
Sedangkan efisiensi untuk tiap stasiun kerja dapat
dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut:
yang mana:
Tei = Waktu elemen kerja ke-i
Tc = Waktu Siklus
·
Smoothness index adalah suatu
indeks yang menunjukkan sejauh mana tingkat kelancaran lintasan produksi yang
ada. Nilai smoothness index yang mendekati nol menunjukkan bahwa kelancaran
lintasan produksi semakin baik. Berikut ini adalah rumus smoothness index:
yang mana:
STmax =
Waktu stasiun kerja yang maksimum
STi =
Waktu stasiun kerja ke-i
k =
Jumlah stasiun kerja
2.2.3. Metode Bobot Posisi
Metode bobot posisi ini diperkenalkan
pertama kali oleh W.B. Helgeson dan D.P. Birnie dalam makalahnya “assembly Line
Balancing Using the Ranked Posisitional Weight Tecnique” (Sritomo, 1995,
p.291).
Langkah-langkah dalam Metode bobot posisi:
a.
Hitung waktu siklus yang
diinginkan
b.
Buat precedence diagram kerja
lintasan
c.
Lakukan pembebanan operasi pada
stasiun kerja mulai dari operasi dengan bobot posisi terbesar sampai dengan
bobot posisi terkecil dengan criteria total waktu operasi lebih kecil dari
waktu siklus yang diinginkan
d.
Hitung efisiensi rata-rata
stasiun kerja yang terbentuk
e.
Hitung jumlah minimal dari
stasiun kerja (N min)
f.
Gunakan prosedur trial and
error untuk mencari pembebanan yang akan menghasilkan efisiensi rata-rata lebih
besar dari efisiensi rata-rata sebelumnya.
Permasalahan yang perlu diperhatikan dalam
metode Helgeson-Birnie adalah penentuan waktu siklus minimum untuk waktu siklus
tertentu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar