Teori ini pertama kali diperkenalkan
oleh Zadeh (1965) seperti dikutip L.K.Chan et al. (1999 : 2504) yang
dikembangkan untuk menyelesaikan problem dimana deskripsi aktivitas,
penelitian, dan penilaian bersifat subyektif, tidak pasti, dan tidak tepat.
Kata “fuzzy” biasanya menunjukkan
situasi yang tidak memiliki batasan yang jelas pada aktivitas maupun penilaian
atau kabur. Sebagai contoh, kita dapat menggolongkan umur 24 tahun sebagai umur
dengan kategori “muda” namun tidak mudah menggolongkan seseorang dengan umur 24
tahun sebagai golongan muda, namun juga tidak mudah untukmenggolongkan seseorang
berumur 30 tahun sebagai orang “muda” karena kata “muda” tidak memiliki batasan
yang jelas. Demikian juga dengan golongan “penting”, “bagus”. Kata-kata diatas
tidak dapat didefinisikan dengan mudah karena menyangkut penilaian yang
subyektif dan terlalu persepsi. Golongan obyek diatasi dapat diselesaikan dengan fuzzy theory set.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar