Athropometri berasal dari kata antropos yang berarti manusia,
dan metrikos yang berarti pengukuran. Sehingga Anthropometri diartikan sebagai
suatu ilmu yang secara khusus berkaitan dengan pengukuran tubuh manusia yang
digunakan untuk menentukan perbedaan pada individu, kelompok, dan sebagainya
(Pheasant, 1988). Menurut Roebuck (1994), anthropometri adalah ilmu yang
berkaitan dengan pengukuran dimensi dan cara untuk mengaplikasikan karakteristik
tertentu dari tubuh manusia.Perbandingan fungsional individual orang dewasa dan
anak-anak dapat diketahui dengan sistem proporsi anthromorfis didasarkan pada
dimensi-dimensi tubuh manusia. Salah satu caranya adalah dengan mengukur tubuh
dalam berbagai posisi standard dan tidak bergerak (static anthropometry), serta saat melakukan gerakan tertentu yang
berkaitan dengan kegiatan yang harus diselesaikan (dynamic anthropometry). Misalnya, perancangan kursi mobil (gerakan
mengoperasikan kemudi, pedal, tangkai pemindah gigi). Gerakan yang biasa
dilakukan anggota tubuh dapat dibagi dalam bentuk range/rentangan gerakan,
kekuatan, ketahanan, kecepatan, dan ketelitian.
Metode Proporsi Athmoromorfis
mencari perbandingan-perbandingan yang fungsional. Bukannya perbandingan yang
abstrak atau simbolis. Sebagai bukti bahwa perbandingan-perbandingan matematis tertentu
menunjukkan harmoni alam (Ching, 1987).
Data anthropometri ini
menyajikan informasi mengenai ukuran tubuh manusia, yang dibedakan berdasarkan
usia, jenis kelamin, suku bangsa (etnis), posisi tubuh saat beraktivitas, dan
sebagainya, serta diklasifikasikan dalam segmen populasi pemakai, perlu
diakomodasikan dalam penetapan dimensi ukuran produk desain yang dirancang guna
menghasilkan kualitas rancangan yang tailor made dan memenuhi persyaratan fittness for use (Sritomo, 2000).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar