Masalah
peningkatan produktifitas kerja dapat dilihat sebagai masalah keperilakuan,
tetapi juga dapat mengandung aspek-aspek teknis . Untuk mengatasi hal itu perlu pemahaman yang tepat tentang faktor-faktor penentu keberhasilan
meningkatkan produktifitas kerja, sebagian diantaranya berupa etos kerja yang
harus dipegang teguh oleh semua orang dalam organisasi (Sondang P. Siagian,
2002)
Ada
dua cara yang bisa digunakan untuk mengetahui tingkat produktifitas tenaga
kerja pada sektor industri pengolahan (khususnya industri besar sedang). Cara
pertama adalah dengan membagi nilai tambah yang dihasilkan dengan jumlah tenaga
kerja, sedangkan cara kedua adalah dengan cara membandingkan nilai tambah yang
dihasilkan dengan pengeluaran untuk tenaga kerja. Masing-masing metode tersebut
mempunyai kelebihan dan kelemahan.
Dengan
cara pertama, bisa diketahui berapa jumlah nilai tambah yang dihasilkan oleh
setiap tenaga kerja. Sedangkan dengan cara kedua, kita bisa mengetahui besarnya
nilai tambah yang dihasilkan untuk setiap rupiah yang dikeluarkan untuk biaya
tenaga kerja. Salah satu kelebihan dari cara kedua dibandingkan dengan cara
pertama adalah cara ini dapat menghilangkan pengaruh perubahan nilai uang yang
disebabkan oleh inflasi, seperti halnya ketika menghitung nilai tambah output
rasio dan tingkat efisiensi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar