Senin, 21 November 2022

Pendekatan pelatihan manajemen diri (skripsi, tesis, dan disertasi)

Pendekatan yang akan digunakan dalam pelatihan ini adalah pendekatan pengalaman (experiential learning). Experiential learningdidefinisikan sebagai upaya membangkitkan teori tindakan dari
 pengalaman individu dandimodifikasi secara terus menerus untuk meningkatkan keefektifan keterampilan (Johnson & Johnson, 2000). Pendekatan pengalaman (experiential learning) mempengaruhi pembelajar dengan tiga cara, yaitu:1)Mengubah struktur kognisi individu pembelajar2)Memodifikasi sikap individu pembelajar3)Memperluas pengetahuan individu pembelajar tentang keterampilan perilaku.Proses experiential learningyaitu ketika individu membangkitkan sebuah teori tindakan dari pengalaman dan kemudian memodifikasinya untuk meningkatkan efektivitas keterampilan, maka individu tersebut sedang melakukan pendekatan pengalaman. Experiential learningmenurut Norman & Jordon (2006) terdiri dari lima tahapan, yaitu:1)Experience, tujuan utama dari memproses pengalaman adalah untuk memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengintegrasikan pembelajaran mereka dan memberikan pengertian untuk mengakhiri atau melengkapi pengalaman mereka. Untuk menggambarkan pengalaman dapat dilakukan dengan cara: tanyakan pertanyaan yang tepat, dengarkan secra hati-hati, rencanakan secara tepat keuntungan yang dapat membantu menggambarkan pengalaman, mendukung setiap pembelajaran yang unik. Contoh kegiatan yang terdapat dalam tahap ini adalah membuat produk atau model, menciptakan objek-objek seni, menulis, bermain peran, transaksi, pemecahan masalah
 atau berbagi informasi, memberi dan menerima umpan balik, keterbukaan diri, fantasi, memilih, berkomunikasi secara verbal atau nonverbal, menganalisis materi kasus, negosiasi, perencanaan, bersaing atau bekerjasama, dan menghadapi.2)Share, berbagi dapat dilengkapi dengan cara bertanya kepada group atau individual untuk menggambarkan hal yang telah dipelajari sebelumnya. Tanyakan pertanyaan yang dapat membantu peserta untuk berpikir mengenai hal yang telah mereka lakukan, hal yang telah mereka lihat, rasakan, dengar, serta bagian dari pengalaman yang merupakan hal yang paling sulit dan yang paling mudah. Langkah ini melibatkan mencari tahu apa yang terjadi di dalam dan pada individu-individu, pada kognitif, afektif, dan tingkat perilaku, sementara kegiatan ini terus berlanjut. 3)Process, tahap ini dapat dianggap sebagai titik tumpu atau langkah penting dalam pengalaman belajar. Ini adalah pemeriksaan sistematis pengalaman umum yang dimiliki oleh orang yang terlibat yaitu peserta pelatihan.4)Generalize,mentransfer ke dunia nyata untuk dapat memperkirakan pengalaman dari pelatihan terstruktur ke dunia luar. Sebuah lompatan kesimpulan harus dilakukan pada saat ini dalam pengalaman terstruktur, dari kenyataan di dalam kegiatan dengan realitas kehidupan sehari-hari.
 5)Apply, fasilitator membantu peserta pelatihan untuk menerapkan generalisasi dengan situasi aktual dimana diri mereka terlibat.

Tidak ada komentar: