Sabtu, 26 November 2022

cara pengambilan sampel (skripsi, tesis, disertasi)

Menurut Nursalam (2013), cara pengambilan sampel dapat digolonglan menjadi dua, yaitu:
a. Probability sampling
Prinsip utama probability sampling adalah bahwa setiap subyek dalam populasi mempunyai kesempatan untuk terpilih atau tidak terpilih sebagai sampel.
1. Simple random sampling
Untuk mencapai sampling ini, setiap elemen diseleksi secara acak. Misalnya, jika sampel yang diambil setengah dari 50 populasi yang tersedia, maka 25 sampel diambil secara acak.
2. Stratified random sampling
Teknik sampling ini digunakan peneliti untuk mengetahui beberapa variabel pada populasi yang merupakan poin penting untuk dapat mencapai sampel yang mewakili populasi tersebut. Misalnya, jika direncanakan ada 75 sampel mahasiswa, peneliti membagi menjadi 3 kelompok berdasarkan tingkat pendidikan (S1, S2 dan S3).
3. Cluster sampling
Cluster berarti pengelompokkan sampel berdasarkan wilayah atau lokasi populasi. Misalnya, peneliti ingin meneliti anak yang mengalami gizi buruk, maka peneliti mengambil sampel pada pasien berdasarkan tempat pasien dirawat (rumah sakit A, B, C) yang mempunyai karakteristik berbeda.
4. Systematic sampling
Pengambilan sampel secara sistematik dapat dilaksanakan jika tersedia daftar subyek yang dibutuhkan. Jika jumlah populasi sebesar 1000 dan sampel yang dipilih adalah 50, maka sampel diambil dari daftar yang berada pada posisi kelipatan 20 (1000:50=20) dalam daftar, yaitu sampel nomor 20, 40, 60 dan seterusnya.
b. Nonprobability sampling
Nonprobability sampling adalah teknik pengambilan sampel yang tidak memberi peluang atau kesempatan sama bagi setiap anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel,
1. Purposived sampling
Purposive sampling disebut juga judgement sampling adalah suatu teknik penetapan sampel dengan cara memilih sampel di antara populasi sesuai dengan yang dikehendaki peneliti (tujuan atau masalah dalam penelitian), sehingga sampel tersebut dapat mewakili karakteristik populasi.
2. Consecutive sampling
Pemilihan sampel dengan consecutive (berurutan) adalah pemilihan sampel dengan menetapkan subjek yang memenuhi kriteria penelitian dimasukkan dalam penelitian sampai kurun waktu tertentu, sehingga jumlah klien yang diperlukan terpenuhi. 3. Convenience sampling
Pemilihan sampel convenience adalah cara penetapan sampel dengan mencari subyek atas dasar hal-hal yang menyenangkan atau mengenakkan peneliti. Sampling ini dipilih apabila kurangnya pendekatan dan tidak memungkinkan untuk mengontrol bias. Subjek dijadikan sampel karena kebetulan dijumpai di tempat dan waktu yang bersamaan saat melakukan pengumpulan data. Sampel diambil tanpa sistematika tertentu, sehingga tidak dapat dianggap mewakili populasi sumber, apalagi populasi target.
4. Quota Sampling
Teknik penentuan sampel dalam kuota menetapkan setiap strata populasi berdasarkan tanda-tanda yang mempunyai pengaruh terbesar variabel yang akan diselidiki. Misal, dalam suatu penelitian didapatkan adanya 100 populasi, peneliti menetapkan kuota sebanyak 75 subyek untuk dijadikan sampel, maka jumlah tersebut dinamakan kuota 

Tidak ada komentar: