Senin, 21 November 2022

Perilaku Kerja Kontraproduktif (skripsi, tesis, disertasi)


Sacket dan DeVore (dalam Anderson 2005, h.145) mengartikan bahwa perilaku kerja kontraproduktif (counterproductive work behaviour) mencakup segala bentuk perilaku yang dilakukan dengan sengaja oleh anggota organisasi yang bertentangan dengan tujuan organisasi tersebut. . Sacket dan DeVore (dalam Anderson 2005, h.146) menjelaskan pula bahwa perilaku ini terjadi baik disengaja maupun tidak disengaja oleh karyawan yang bersangkutan sebagai hasil dari rendahnya motivasi bekerja individu. Sebagai contoh adalah perilaku individu seperti keterlambatan, kekerasan di tempat kerja, sabotase, pencurian, menggunakan fasilitas organisasi/perusahaan tidak pada tempatnya, berpura-pura sakit, dan ketidakhadiran/mangkir. Berdasarkan uraian tersebut disimpulkan bahwa definisi dari perilaku kerja kontraproduktif adalah segala macam bentuk perilaku yang dilakukan individu baik sengaja maupun tidak sengaja yang bertentangan atau menghambat organisasi perusahaan untuk mencapai tujuan organisasi perusahaan. Robinson dan Bennet (dalam Greenberg & Baron 2003, h.423 dan Sacket & DeVore dalam Anderson, 2005 h.147) menyatakan bahwa terdapat empat dimensi dari perilaku kerja kontraproduktif, antara lain:
a. Penyimpangan Properti (property deviance)
Penyimpangan properti merupakan bentuk-bentuk penyalahgunakan barang/properti milik organisasi/perusahaan untuk kepentingan pribadi meliputi menggunakan barang/properti milik organisasi/perusahan untuk kepentingan pribadi, merusak properti/fasilitas miliki organisasi/perusahaan dan berbohong mengenai jam kerja yang telah ditempuh.
b. Penyimpangan Produksi (production deviance)
Penyimpangan produksi merupakan pelanggaran norma-norma organisasi yang telah ditentukan oleh organisasi terkait dengan kualitas pekerjaan dan menggunakan fasilitas email/internet organisasi/perusahaan untuk kepentingan pribadi (cyberloafing).
c. Penyimpangan Politik (political deviance)
Penyimpangan politik merupakan fenomena dalam organisasi/perusahaan terkadang memperlakukan pegawai atau anggota tertentu di dalam organisasi/perusahaan secara tidak adil, menggosip, dan perilaku yang menunjukkan sikap tidak sopan.
d. Agresi Individu (personal aggresion)
Disebutkan bahwa yang termasuk dalam agresi individu adalah bullying, menunjukkan perilaku tidak menyenangkan kepada individu atau karyawan lain secara verbal maupun fisik, dan mencuri barang milik individu atau karyawan lain. Bullying sendiri didefinikan sebagai tindakan berulang yang bertujuan menindas, menghina, melecehkan dan menganggu individu lain.

Tidak ada komentar: