Creswell, 2010) menyebutkan bahwa setiap metode pasti memiliki kekurangan dan keterbatasan. Steckler at al., (1992: 2) menyatakan “both the qualitative and quantitative paradigms have weaknesses”. Dengan begitu mensinergikan kedua paradigma dan metode dipandang menjadi pilihan yang masuk akal untuk menghasilkan penelitian yang lebih berkualitas (Putra, 2017). Jones (1997: 1) menyebutkan “The use of a mixed methods approach is suggested…to enhance research into the sports fan.” Meskipun ia menyebut pengemar atau suporter olahraga (sports fan) namun hemat penulis MMR dapat berguna tidak hanya dalam lingkup itu saja tapi jauh lebih luas, yaitu dalam medan pengkajian ilmu keolahragaan secara umum. Dengan menggunakan MMR maka peneliti dapat menjelaskan (explanatory) lebih komprehensif serta mendalam tentang objek yang dikaji. Selain itu, pertanyaan yang diajukan juga dapat dieksplor lebih luas dan tajam lagi. Terkait dengan pertanyaan di atas, Creswell (2010) menjelaskan MMR akan berguna ketika metode kuantitatif atau kualitatif secara sendiri-sendiri kurang mumpuni untuk memahami permasalahan penelitian. Sebaliknya, di sisi yang lain, penggunaan MMR diyakini dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik dibanding dengan hanya menggunakan metode tunggal.
Bila mencermati sejarahnya maka tampak bahwa MMR dikembangkan dengan semangat untuk mendapatkan hasil penelitian yang lebih memuaskan dibandingkan dengan hanya menggunakan metode tunggal. Malina (2010: 6) menyatakan “mixed methods research employ both approaches iteratively or simultaneously to creat a research outcome stronger than either method individually”. Oleh kerena itu, penelitian ini secara keseluruhan lebih powerful daripada metode tunggal (Creswell, 2010). Creswell (2012: 535) memberikan petunjuk yang mencerahkan bahwa “You conduct a mixed methodss study when you have both quantitative and qualitative data and both types of data, together, provide a better understanding of your research problem than either type by itself. Mixed methodss research is a good design to use if you seek to build on the strengths of both quantitative and qualitative data….You also conduct a mixed methodss study when one type of research (qualitative or quantitative) is not enough to address the research problem or answer the research questions”. Mengingat fenomena olahraga sangat kompleks serta untuk menghindari kelemahan yang ada pada metode tunggal maka penulis berargumen bahwa menggunakan MMR dapat menjadi alternatif pilihan. MMR dimanfaatkan ketika peneliti menghendaki hasil temuannya lebih komprehensif, tajam dan powerful untuk mengungkap fenomena olahraga yang dikaji
Tidak ada komentar:
Posting Komentar