Secara garis besar lingkungan kerja terbagi atas dua, yaitu lingkungankerja fisik dan lingkungan kerja non fisik(Sedarmayati : 2009).Lingkungankerja fisik adalah semua keberadaan yang berbentuk fisik, yang terdapat disekitar tempat kerja karyawan, yang dapat mempengaruhi karyawan tersebut secaralangsung maupun tidak langsung. Lingkungan kerja fisik ada yang lansungberhubungan langsung dengan karyawan, namun ada juga yang berhubungandengan perantara atau lingkungan umum, yang dapat juga disebut lingkungankerja yang mempengaruhi kondisi manusia, seperti temperatur, kelembaban, dansirkulasi udara.Sementara itu, lingkungan kerja non fisik merupakan suatu keadaan yangterjadi dan memiliki kaitan dengan hubungan kerja, baik hubungan dengan atasan,sesama rekan kerja, maupun bawahan. Perusahaan hendaknya dapat menyediakankondisi kerja yang kondusif dan mendukung kerja sama antar karyawanyangbekerja di dalamnya baik di atas maupun tingkat bawah, dengan suasakekeluargaan, adanya komunikasi yang baik, dan juga pengendalian diri yangbaik.
Lingkungan kerja fisik mencakup setiap hal dari fasilitas parkir diluargedung perusahaan, lokasi danrencana gedung sampai jumlah cahaya dan suarayang menimpa meja kerja ruang kerja atau ruang kerja seorang tenaga kerja(Ashar S. Munandar : 2008).Schultz (Dalam Ashar S. Munandar :2008)mangajukan hasil suatupenelitian di Amerika Serikat tentang kantoryang dirancang seperti pemandanganalam. Kantor yang terdiri dari ruangan yang luas tanpa dinding-dinding bagi yangmembagi ruangan kedalam ruangan-ruangan terpisah. Semua karyawan daripegawai rendah sampai menengah dikelompokan kedalam satuankerja fugional,masing-masing dipisahkan dari satuan-satuan lainnya dengan pohon-pohon (pendek) dan tanaman,kaca jendela yang rendah lemari-lemari pendek, rak-rakbuku. Kantor-kator pemandangan alam ini dikatakan melancarkan komunikasi danalur kerja. Disamping ituketerbukaan menunjang timbulya ikatan dan kerjasamakelompok serta mengurangi rintangan-rintangan psikologis antara manajemen dankaryawan. Keluhan kantor dalam kantor pemandangan ala mini berkaitan dengantidak adanya keleluasaan pribadi, adanya banyak kebisingan dan kesulitanberkonsentrasi.Jenis-jenis lingkungan kerja menurutAnwar P. Mangkunegara (2005)yaitu:
1.Kondisi lingkungan kerja fisik yang meliputi :
a.Faktor lingkungan tata ruang kerja
Tata ruang kerja yang baik akan mendukung terciptanyahubungan kerjayang baik antara sesama karyawan maupun dengan atasan karena akanmempermudah mobilitas bagi karyawan untuk bertemu. Tata ruang yangtidak baik akan membuat ketidak nyamanan dalam bekerja sehinggamenurunkan efektivitas kinerja karyawan.
b.Faktor kebersihan dan kerapian ruan kerja.
Ruang kerja yang bersih, rapi, sehat dan aman akan menimbulkan rasanyaman dalam bekerja. Hal ini akan meningkatkan gairah dan semangatkerja karyawan dan secara tidak langsung akan meningkatkan efektivitaskinerja karyawan.
2.Kondisi lingkungan kerja non fisik yang meliputi :
a. Faktor lingkungan sosialLingkungan sosial yang sangat berpengaruh terhadap kinerja karyawanadalah latar belakang keluarga, yaitu antara lain status keluarga, jumlahkeluarga, tingkat kesejahteraan dan lain-lain.
b.Faktor status sosialSemakin tinggi jabatan seseorang semakin tinggi pula kewenangan dankeleluasan dalam mengambil keputusan.
c. Faktor hubungan kerja dalam perusahaan
Hubungan kerja yang ada dalam perusahaan adalah hubungan kerja antarakaryawan dengan karyawan dan antara karyawan dengan atasan.
d. Faktor sistem informasi
Hubungan kerja akan dapat berjalan dengan baik apabila ada komunikasiyang baik diantara anggota perusahaan. Dengan adanya komunikasi dilingkungan perusahaan maka anggota perusahaan maka anggotaperusahaan akan beriteraksi, saling memahami, saling mengerti satu samalain dapat mehilangkan perselisihan salah paham.
3.Kondisi psikologis dari lingkungan kerja yang meliputi
:a.Rasa Bosan
Kebosanan kerja dapatdisebabkan perasaan yang tidak enak, kurangbahagia, kurang istirahat dan perasaan lelah.b.Keletihan Dalam BekerjaKeletihan kerja terdiri atas dua macam yaitu keletihan kerja psikis dankeletihan psikologis yang dapat menyebabkan meningkatkan absensi,turnoverdan kecelakaan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar