Coping berasal dari kata cope yang dapat diartikan menghadang, melawan
ataupun mengatasi Sarafino (Muta’adin, 2002). Perilaku coping merupakan suatu
tingkah laku dimana individu melakukan interaksi dengan lingkungan sekitarnya
dengan tujuan menyelesaikan tugas atau masalah (Chaplin, 2006). Taylor (2012) mendefinisikan coping sebagai pikiran dan perilaku yang
digunakan untuk mengelola tuntutan internal dan eksternal dari situasi yang
menekan. Coping merupakan usaha-usaha baik kognitif maupun perilaku yang
bertujuan untuk mengelola tuntutan lingkungan dan internal, serta mengelola
konflik-konflik yang mempengaruhi individu melampaui kapasitas individu
(Folkman, 1984). Strategi Coping merupakan suatu proses individu berusaha untuk
menangani dan menguasai situasi stres yang menekan akibat masalah yang sedang
dihadapinya, dengan cara melakukan perubahan kognitif maupun perilaku guna
memperoleh rasa aman dalam dirinya (Mu’tadin, 2002). Menurut Lazarus dan
Launier (dalam Martina, 2010) coping sebagai usaha individu yang berorientasi
pada tindakan dan intrapsikis untuk mengendalikan, menguasai, mengurangi dan
memperkecil pengaruh lingkungan, tuntutan internal dan konflik-konflik yang
telah melampaui kemampuan individu tersebut. Kemampuan menurut Lazarus
mengacu kepada kemampuan individual, pengetahuan, latar belakang serta keyakinan positif terhadap takdir. Ia juga mengungkapkan bahwa lingkungan juga
berperan sama pentingnya seperti kemampuan individu.
Dari definisi diatas maka strategi coping dapat diartikan sebagai usaha,
proses atau respon individu untuk mengubah kognisi, intrapsikis dan juga tingkah
laku dalam tingkatan tertentu, agar dapat mengendalikan, menguasai, mengurangi
atau memperkecil pengaruh lingkungan, tuntutan internal, konflik-konflik atau
situasi yang dianggap menimbulkan stres atau mengatasi sesuatu terutama yang
diperkirakan akan menyita dan melampaui kemampuan seseorang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar