Lazarus & Folkman (Sarafino, 1998; Safaria & Saputra, 2005), membagi
aspek strategi coping menjadi dua yaitu:
a. Problem focused coping (PFC) merupakan strategi atau usaha
untuk mengurangi situasi stress dengan cara mengembangkan
kemampuan atau mempelajari keterampilan yang baru untuk
mengubah dan menghadapi situasi, keadaan atau pokok
permasalahan.
Sub aspek problem focused coping, yaitu:
1. Confrontive Coping ialah strategi yang ditandai oleh usaha- usaha yang bersifat agresif untuk mengubah situasi, termasuk
dengan cara mengambil resiko. Hal ini dilakukan individu
dengan cara tetap bertahan pada apa yang diinginkan.
2. Planful Problem-Solving yaitu menganalisa setiap situasi yang
menimbulkan masalah serta berusaha mencari solusi secara
langsung terhadap masalah yang dihadapi.
3. Seeking social support adalah strategi yang ditandai oleh
usaha-usaha untuk mencari nasihat, informasi atau dukungan
emosional dari orang lain.
b. Emotion focused coping (EFC) merupakan strategi untuk
mengontrol respon emosional terhadap situasi yang sangat
menekan Emotion focused coping cenderung dilakukan apabila
individu tidak mampu atau merasa tidak mampu mengubah kondisi
yang stressful. Sub aspek emotion focused coping, yaitu:
1. Distancing adalah usaha mengeluarkan upaya kognitif untuk
melepaskan diri dari masalah atau membuat sebuah harapan
positif.
2. Self-Control strategi dimana seseorang mencoba untuk
mengatur perasaan diri sendiri atau tindakan dalam
hubungannya ntuk menyelesaikan masalah.
3. Accepting Responsibility adalah suatu strategi dimana individu
menerima bahwa dirinya memiliki peran dalam masalah yang
dihadapinya sementara mencoba untuk memikirkan jalan
keluarnya.
4. Escape-avoidance strategi berupa perilaku menghindar atau
melarikan diri dari masalah dan situasi stres dengan cara
berkhayal atau berangan-angan juga dengan cara makan,
minum, merokok, menggunakan obat-obatan dan beraktivitas.
Dengan melakukan strategi ini individu berharap bahwa situasi
buruk yang dihadapi akan segera berlalu.
5. Positive Reappraisal strategi yang ditandai oleh usaha-usaha
untuk menemukan makna yang positif dari masalah atau situasi
menekan yang dihadapi, dan dari situasi tersebut individu
berusaha untuk menemukan suatu keyakinan baru yang
difokuskan pada pertumbuhan pribadi.
Carver, Scheier, and Weintraub (1989) menyebutkan strategi coping terdiri
dari empat aspek yaitu:
a. Problem focused coping, merupakan strategi atau usaha untuk
mengurangi situasi stres dengan cara mengembangkan kemampuan
atau mempelajari keterampilan yang baru untuk mengubah dan
menghadapi situasi, keadaan atau pokok permasalahan.
Problem focused coping dengan sub aspek sebagai berikut:
1. Active coping, yaitu proses mengambil langkah-langkah aktif
untuk mencoba untuk menghapus atau menghindari stressor
atau untuk memperbaiki dampaknya. Active coping termasuk
memulai aksi langsung, meningkatkan upaya seseorang, dan
berusaha untuk menjalankan upaya coping dengan cara
bertahap.
2. Planning, memikirkan tentang bagaimana mengatasi penyebab
stres antara lain dengan membuat strategi untuk bertidak,
memikirkan tentang langkah atau upaya yang perlu diambil
dalam menangani suatu masalah.
3. Suppresion of competing, berarti berusaha untuk menghindari
agar tidak terganggu oleh peristiwa lain, bahkan
mengenyampingkan hal-hal lain, untuk menghadapi stressor. 4. Restrain Coping, menunggu sampai sebuah kesempatan yang
tepat untuk bertindak, menahan diri, dan tidak bertindak
sebelum waktunya.
5. Seeking instrumental social support, yaitu mencari saran,
bantuan atau informasi.
b. Emotional focused coping merupakan suatu usaha untuk
mengontrol respon emosional terhadap situasi yang sangat
menekan. Emotional focused coping dengan sub aspek sebagai berikut:
1. Positive reinterpretation and growth, tumbuh sebagai hasil
pengalaman dan mengambil sisi positif dari hal yang terjadi.
2. Acceptance, menerima kenyataan bahwa peristiwa stress telah
terjadi dan nyata.
3. Denial, upaya untuk menolak kenyataan peristiwa yang
menekan.
4. Religious, peningkatan keterlibatan dalam kegiatan religius.
5. Seeking emotional social support, yaitu melalui dukungan
moral, simpati atau pengertian.
c. Dysfunctional coping merupakan usaha yang mencerminkan
pencarian dukungan sosial untuk memperoleh saran atau
mengekspresikan emosi. Dysfunctional coping dengan sub aspek sebagai berikut:
1. Focusing on and venting of emotional, fokus pada kesulitan
atau gangguan apa pun yang dialami seseorang dan meluapkan
perasaan.
2. Behavioral disengagement, mengurangi upaya seseorang untuk
menangani stressor, bahkan menyerah untuk berupaya
mencapai tujuan yang berkaitan dengan stressor. Behavioral
disengagement dikenal dengan istilah-istilah seperti
ketidakberdayaan.
3. Mental disengagement, berbagai kegiatan yang berfungsi untuk
mengalihkan perhatian orang agak pikiran tidak diganggu oleh
sressor
d. Recently developed, yaitu usaha yang berhubungan dengan upaya
untuk menghindari hal-hal yang terkait tentang masalah maupun
emosi.
Recently developed dengan sub aspek sebagai berikut:
1. Alkohol/Penggunaan Obat: beralih ke penggunaan alkohol atau
obat lain sebagai cara melepaskan diri dari stressor. 2. Humor: membuat lelucon tentang stressor
Jumat, 04 November 2022
Aspek Strategi Coping (skripsi, tesis, disertasi)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar