Proses penuaan pada lansia menyebabkan perubahan signifikan pada
fungsi biologis maupun perilaku. Berikut ini adalah perubahan yang dialami
oleh lansia, yaitu:
a. Perubahan Fungsi Biologis
Bertambahanya usia menyebabkan lansia mengalami berbagi macam
perubahan yang sifatnya biologis, seperti:
i. Perubahan Penampilan Fisik
Salah satu dampak dari proses penuaan pada lasnia adalah
penampilan kulit individu, seperti munculnya kerutan dan noda hitam.
Lansia juga mengalami perubahan pada struktur wajah, perkembangan
lapisan telinga maupun hidung, rambut yang mulai tipis dan memutih.
Selain itu juga lansia akan mengalami pengurangan tinggi badan yang
kemudian menyebabkan penekanan pada lapisan tulang belakang.
Pengurangan kepadatan tulang yang semakin cepat sering dialami wanita
setelah menopause, dan hal ini dapat meningkat osteoporosis.
ii. Perubahan Sistem Sensori
Perubahan sensori pada lansia ditandai dengan perubahan indera
pembauan, perasa, penglihatan dan pendengaran. Perubahan pada indera
pembauan dan perasa dapat mempengaruhi kemampuan lansia dalam
mempertahankan nutrisi yang adekuat. Perubahan sensitivitas sentuhan
yang dapat terjadi pada lansia seperti berkurangnya kemampuan neuron
sensori yang secara efeisien memberikan sinyal deteksi, lokasi dan
identifikasi sentuhan atau tekanan pada kulit. Selain itu juga berkurangnya
kemampuan memperabiki pergerakan pada lansia yang dapat
mengakibatkan ketidakseimbangan dan jatuh.
Gangguan visual yang biasa terjadi pada lansia seperti
ketidakmampuan memfokuskan objek dalam jarak daekat atau rabun
dekat (presbyopia) dan berkurangnya kecepatan memproses informasi
visual. Gangguan pada mata paling sering muncul pada lansia adalah
katarak dan glaukoma. Lansia juga mengalami penyempitan lapang
pandang yang menyebabkan berkurangnya kemampuan melihat
lingkungan sekitar.
Penurunan kemampuan mendengar biasanya dimulai pada usia
dewasa tengah yaitu usia 40 tahun. Penurunan kemampuan mendengar
pada lansia tersebut terjadi sebagai hasil dari perubahan telinga bagian
dalam. Seperti kerusakan cochlea atau reseptor syaraf primer, timbulnya
suara berdengung secara terus menerus (tinnitus) dan kesulitan suara
bernada tinggi (presbycusis).
iii. Perubahan Pada Otak
Penurunan pada otak pada individu biasanya dimulai dari umur 30
tahu. Penurunan berat tersebut awalnya terjadi secara perlahan kemudian
semakin cepat. Dampak yang terjadi pada penurunan ini adalah
pengurangan ukuran neuron, penurunan kecepatan pada koordinasi fisik
dan kognitif dapat terjadi jika penurunan berat otak disertai dengan
berkurangnya lapisan otak.
iv. Perubahan Sistem Muskuloskeletal
Perubahan yang terjadi pada sistem musculoskeletal pada lansia
adalah berkurangnya massa dan kekuatan otot serta berkurangnya massa
dan kekuatan tulang. Lansia mengalami gangguan pada aktivitas seperti
mengalami penurunan kekuatan gangguan tangan, kekuatan kaki
berkurang pada pria, genggaman tangan dan kekuatan kaki pada wanita.
Faktor resikonya adalah berkurangnya kekuatan otot, kelenturan dan
koordinasi, terbatasnya rentang gerak sendir, meningkatnya resiko jatuh
dan fraktur pada lansia.
b. Perubahan Fungsi Kognitif
Kemampuan kognitif pada lansia dipengaruhi oleh faktor
personal dan lingkungan seperti tingkat pendidikan, persepsi diri dan
pengharapan, serta status kesehatan mental seperti kecemasan dan
depresi. Perubahan fungsi kogmitif pada lansia seperti fungsi daya ingat,
fungsi intelektual dan kemampuan untuk belajar. Lansia memiliki
kelemahan dalam memngingat dalam jangka pendek (shirt term memory)
tetapi tidak dengan kemampuan mengingat masa lampau (long term memory.
Daya kreativitas dan kemampuan memecahkan masalh kehidupan seharihari tidak mengalami perubahan.
c. Perubahan Fungsi Psikososial
Lansia cenderung mengalami banyak perubahan terkait faktor
psikososial. Ketika anak telah berpindah tempat tinggal yang berbeda dan
lansia hidup mandiri, biasanya lansia akan mengalami kehilangan yang
mendalam. Lansia yang masih memiliki pasangan cenderung lebih
sejahtera dibandingkan dengan lansia yang tidak berpasangan, terutama
pada wanita. Berkaitan dengan hubungan psikososial lansia menjadi
semakin banyak menghabiskan waktu di rumah akibat dari kondisi
kesehatan atau lainnya seperti dukungan sosial yang tidak lagi adekuat
(Widyanto, 2014)
Jumat, 04 November 2022
Perubahan Pada Lanjut Usia (skripsi, tesis, disertasi)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar