Sabtu, 26 Maret 2022

Konsep Penelitian (skripsi, tesis, dan disertasi)

 

Proyek pembangunan jalur kereta api ganda Semarang-Bojonegoro periode tahun 2012-2014 membutuhkan pemanajemen proyek, manajemen konstruksi, manajemen penjadwalan, manajemen SDM dan manajemen risiko yang baik, karena itu perlu ditangani dengan perhitungan yang cermat dan teliti. Penjadwalan proyek dilakukan dengan metode PDM dan risk management, sehingga dapat diketahui kegiatan/pekerjaan mana saja yang harus dikerjakan terlebih dahulu atau tidak boleh ditunda pelaksanaannya (kegiatan kritis), agar jadwal proyek teroptimalisasi dengan baik, sehingga keterlambatan dapat dikendalikan dan dihindari.

Bila waktu merupakan faktor yang sangat menentukan keberhasilan suatu proyek, maka kegiatan kritis inilah yang perlu dikendalikan. Seperti yang diketahui, metode PDM hanya merupakan suatu alat perencanaan dan pengawasan, karena alat ini juga memerlukan suatu cara atau sistem pendukung, sehingga akan didapatkan suatu hasil yang optimal. Pada umumnya, terjadinya kegagalan dalam pelaksanaan suatu proyek menunjukan bahwa pengelolaan proyek belum/tidak dipraktekan sesuai dengan perencanaan dan pengawasan yang matang dan bertanggung jawab.

Dalam proses manajamen risiko, penilaian risiko merupakan salah satu langkah yang sangat baik guna mempermudah perusahaan jasa konstruksi dalam mengindentifikasi setiap faktor-faktor risiko yang bisa saja terjadi dalam pekerjaan konstruksi. tidak hanya sebatas faktor ekonomi (pendanaan) tetapi faktor alam, faktor manusia, faktor politik, dan faktor lingkungan. Faktor-faktor ini merupakan sebagian risiko yang tidak bisa dianggap sepele (mudah) karena semua faktor risiko ini mempunyai dampak yang sangat besar terhadap perusahaan jasa konstruksi dalam menjalankan proyek.

Penelitian tesis ini akan dilakukan dengan menentukan terlebih dahulu lintasan kritis dan nilai optimum pada penjadwalan proyek pembangunan jalur kereta api ganda Semarang-Bojonegoro dengan metode PDM dan risk management menggunakan program microsoft project dan menilai sejauh mana risiko yang dihadapi perusahaan pelaksana jasa konstruksi, serta bagaimana tindakan perusahaan jasa kontruksi dalam mengatasi risiko-risiko yang ditimbulkan dalam menjalankan pekerjaan jasa konstruksi yang mana risiko tersebut antara lain mengenai risiko yang bersumber dari alam, dan juga risiko yang di timbulkan akibat ulah manusia.

Tidak ada komentar: