Manifestasi klisnis diabetes mellitus dikaitkan dengan konsekuensi metabolik defisiensi insulin. Pasien-pasien yang mengalami defisiensi insulin tidak dapat mempertahankan kadar glukosa plasma puasa yang normal, atau toleransi glukosa sesudah makan karbohidrat. Jika hiperglikeminya parah dan melebihi ambang ginjal, maka timbul glukosuria. Glukosuria ini akan mengakibatkan diuresis osmotik yang meningkatkan pengeluaran kemih (poliuria) dan timbul rasa haus (polidipsi). Karena glukosa hilang bersama kemih, maka pasien mengalami keseimbangan kalori negatif dan berat badan kurang. Rasa lapar yang semakin besar timbul sebagai akibat kehilangan kalori. Pasien mengeluh lelah dan mengantuk (Price Sylvia, 1992).
Penderita DMTI sering memperlihatkan awitan gejala yang eksplosif dengan polidipsi, poliuria, turunnya berat badan, polifagi, mudah mengantuk yang terjadi selama beberapa hari atau minggu. Penderita dapat menjadi sakit berat dan timbul ketoasidosis, serta dapat meninggal jika tidak mendapatkan pengobatan segera. Biasanya diperlukan terapi insulin untuk mengontrol metabolisme dan umumnya penderita peka terhadap insulin. Sebaliknya pasien DMTTI mungkin sama sekali tidak memperlihatkan gejala apapun dan diagnosis hanya di dapatkan berdasarkan pemerikasaan darah di laboratorium dan melakukan tes toleransi glukosa. Pada hiperglikemi yang lebih berat, pasien tersebut mungkin menderita polidipsi, poliuria, lemah dan somnolen. Biasanya mereka tidak mengalami ketoasidosis. Jika hiperglikemi berat dan pasien tidak berespon terhadap terapi diet, mungkin diperlukan terapi insulin untuk menormalkan kadar glukosanya. Pasien ini biasanya memperlihatkan kehilangan sensitifitas perifer terhadap insulin. Kadar insulin sendiri mungkin berkurang, normal atau malahan tinggi, tetapi tetap tidak memadai untuk mempertahankan kadar glukosa darah normal. Penderita juga resisten terhadap insulin eksogen. Karena banyak di antara pasien-pasien ini mengalami obesitas, diduga bahwa asupan kabrohidrat yang tinggi, banyaknya sel adiposa dan gangguan metabolisme glukosa intrasel merupakan pernyebab berkurangnya kepekaan terhadap insulin (Price Sylvia, 1992).
Dari sudut pasien diabetes mellitus sendiri, hal yang sering menyebabkan pasien datang berobat ke dokter dan kemudian didiagnosis sebagai diabetes mellitus ialah keluhan :
- Kelainan kulit : gatal, bisul-bisul
- Kelainan genekologis : keputihan
- Kesemutan
- Kelemahan tubuh
- Luka atau bisul yang tidak sembuh-sembuh
- Infeksi saluran kemih
Tidak ada komentar:
Posting Komentar