Minggu, 27 Maret 2022

Diagnosis Diabetes Mellitus (skripsi, tesis, dan disertasi)

 

Diagnosis diabetes mellitus umumnya akan dipikirkan dengan adanya gejala khas diabetes mellitus berupa poliuria, polidipsi, lemas dan berat badan turun. Gejala lain yang mungkin ditemukan pasien adalah kesemutan, gatal, mata kabur dan impotensi pada pria serta pruritus valvulae pada pasien wanita. Jika keluhan dan gejala khas, ditemukannya pemeriksaan glukosa darah sewaktu yang > 200 mg/dl sudah cukup untuk menegakkan diagnosis diabetes mellitus. Umumnya hasil pemeriksaan glukosa darah sewaktu yang baru satu kali saja abnormal belum cukup kuat untuk diagnosis klinis diabete mellitus.

Jika hasil pemerikasaan glukosa darah meragukan, pemeriksaan tes toleransi glukosa oral (TTGO) diperlukan untuk konfirmasi diagnosis diabetes mellitus (Rochma, 2007). Untuk diagnosis diabetes mellitus dan gangguan toleransi glukosa lainnya diperlukan glukosa darah 2 jam setelah beban glukosa. Sekurang-kurangnya diperlukan kadar glukosa pernah dua kali abnormal untuk konfirmasi diagnosis diabetes mellitus, baik pada 2 pemeriksaan yang berbeda ataupun adanya 2 hasil abnormal pada saat pemeriksaan yang sama.

Cara pemeriksaan TTGO (WHO, 1994)

  • Tiga hari sebelumnya makan seperti biasa
  • Kegiatan jasmani cukup, tidak terlalu banyak
  • Puasa semalam, selama 10 – 12 jam
  • Glukosa darah puasa diperiksa
  • Diberikan glukosa 75 gram, dilarutkan dalam air 250 ml dan diminum selama/dalam waktu 5 menit
  • Diperiksa glukosa darah satu jam dan dua jam sesudah beban glukosa
  • Selama pemeriksaan, pasien yang diperiksa tetap istirahat dan tidak merokok

Tidak ada komentar: