Sabtu, 26 Maret 2022

Bedah Sesar (skripsi, tesis, dan disertasi)

 

Pengertian bedah sesar secara umum adalah melahirkan bayi,plasenta dan slaput ketuban melalui insisi dinding abdomen (laparotomi) dan dinding uterus (histerotomi) (Cunningham et al, 2005). Sedangkan menurut Rustam Mochtar, (1992). Sectio caesaria adalah suatu cara melahirkan janin dengan sayatan pada dinding uterus melalui dinding depan perut.

Menurut Sarwono (1991).Sectio caesaria adalah suatu persalinan buatan dimana janin dilahirkan melalui suatu insisi pada dinding depan perut dan dinding rahim dengan syarat rahim dalam keadaan utuh serta berat janin di atas 500 gram

Operasi sesar merupakan operasi yang paling banyak dilakukan terhadap wanita. Operasi bedah sesar pada manusia hidup dilakukan pada tahun 1610. Dilaporkan pasien meninggal 25 hari kemudian. Sejak saat itu mulai dilakukan beberapa penelitian metode bedah sesar untuk mendapatkan prosedur operasi yang aman. Selama 35 tahun terakhir tindakan bedah sesar meningkat dari 5% menjadi 25%. Dalam kurun waktu tersebut terjadi penurunan angka kematian maternal di dunia dari 300 menjadi 10 per 100.000 kelahiran hidup. Berikut ini kondisi yang sering meningkatkan frekuensi bedah sesar yaitu riwayat bedah sesar (35%) partus tak maju (30%) presentasi bokong (12%) gawat janin (14%) dank arena alasan lain (14%) (Anonim, 2006; Harish, 2005; Incorpi, 2007; Walker, 1997).

Bedah sesar dilakukan pada kasus dimana persalinan vaginal akan meningkatkan resiko terhadap ibu, janin atau ke duanya. Terdapat indikasi maternal, fetal dan keduanya. Indikasi maternal meliputi pendarahan antepartum oleh plasenta previa. Indikasi fetal meliputi gawat janin, malpresentasi, kelainan congenital seperti hidrosefalus, penyakit infeksi ibu yang dapat ditularkan ke fetus melalui persalinan vaginal seperti herpes aktif dan infeksi HIV sedang indikasi fetal dan maternal meliputi palsenta previa dan disproporsi kepala panggul (Cunningham, 2001; Incorpi, 2005).

Insisi abdomen transversal secara kosmetik lebih baik dan resiko dehisiensi lebih sedikit. Insisi tranversal memerlukan ketrammpilan lebih dari operator karena diseksi dinding abdomen lebih sulit dan jumlah pendarahan lebih banyak. Pada tahun 190, Pfannentiel mengenalkan insisi transversal pada 2 jari atas simpisis pubis sesuai dengan garis lange. Modifikasi insisi transversal untuk memperluas medan operasi dengan prosedur Maylard dan Cherney. Prosedur Maylard yaitu memisahkan otot rectus abdomen secara tajam atau dengan elektrokauter. Insisi kulit pada Maylard biasanya lebih lebar (>15 cm). pada prosedur Cherney, fasia bagian bawah didebaskan sejauh mungkin dari otot-oto abdomen dan disisihkan ke bawah sejauh mungkin (Cunningham, 2001; Hofmeyr, 2004).

Pada tahun 1977 Joel Cohen mengenalkan insisi transversal sejajar spina illiaca anterior superior. Insisi Joel Cohen lebih tinggi dibandingkan insisi pfannenstiel. Diseksi dinding abdomen secara tajam sangat minimal. Terdapat 2 penelitian (411 partisipan) yang membandingkan antara insisi Joel Cohen dan Pfannenstiel. Dilaporkan pada insisi Joel Cohen terdapat penurunan morbiditas setelah operasi, penurunan penggunaan analgetik setelah operasi, durasi operasi lebih singkat dan jumlah pendarahan selama operasi lebih sedikit (Hofmeyr, 2004).

Tipe insisi uterus meliputi insisi tranversal pada segmen bawah rahim (SBR), insisi vertical (klasik), irisan T terbalik dan irisan J. Insisi transversal pada SBR merupakan insisi paling banyak digunakan. Insisi ini lebih menguntungkan karena daerah SBR vaskularisasi kebih sedikit sehingga jumlah pendarahan lebih sedikit dan lebih mudah dijahir. Komplikasi operasi insisi SBR lebih sedikit jumlah pendarahan minimal dan insidensi dehidensi atau ruptus uterus lebih sedikit.

Insisi vertical klasik irisan pada corpus uteri digunakan pada keadaan klinis tertentu seperti letak lintang, janin preterm dan plasenta previa anterior. Insisi klasik jarang digunakan karena resiko pendarahan lebih banyak, penutupan lebih lama, resiko dehidiensi atau rupture uteri pada kehamilan berikutnya lebih tinggi. Pada keadaan tertentu operator kadang perlu melebarkan insisi vertical SBR untuk memudahkan bayi lahir. Pelebaran insisi pada pertengahan SBR yaitu irisan T terbalik, sadang pelebaran vertical pada ujung SBR yaitu irisan J (Incorpi, 2007; Hofmeyr, 2004; Gates, 2004).

Berdasarkan pengertian di atas maka dapat disimpulkan bahwa operasi secar adalah irisan yang dilakukan pada dinding abdomen dan uterus yang utuh dengan tujuan untuk melahirkan bayi pada kehamilan cukup bulan.

Tidak ada komentar: