Minggu, 27 Maret 2022

Inisiasi Menyusui Dini (IMD) (skripsi, tesis, dan disertasi)

 

Inisiasi menyusu dini (early initiation) atau permulaan menyusu dini adalah bayi mulai menyusu sendiri segera setelah lahir. Jadi, sebenarnya bayi manusia seperti juga bayi mamalia lain mempunyai kemampuan untuk menyusu sendiri. Asalkan dibiarkan kontak kulit bayi dengan kulit ibunya, setidaknya selama 1 jam segera setelah lahir. Cara bayi melakukan inisiasi menyusu dini ini dinamakan the breast crawl atau merangkak mencari payudara (http://www.eurekaindonesia.org).

Sejak disadari bayi baru lahir dapat merangkak ke arah payudara, menemukan puting susu, kemudian menyusu sendiri, kita semua - orang tua, ibu, ayah, bahkan tenaga kesehatan – sangat tepesona menyaksikan keajaiban ini. Bayangkan, selama berpuluh-puluh tahun, baik tenaga kesehatan maupun orang tua berpendapat bahwa bayi baru lahir tidak mungkin dapat menyusu sendiri. Kita berpikir untuk mendapatkan ASI pertama kalinya, kita harus membantu bayi dengan memasukkan puting susu ke mulut bayi atau menyusuinya. Padahal, bayi baru lahir belum siap menyusu sehingga jika ibu menyusui bayi untuk pertama kali, kadang ia hanya melihat dan menjilat puting susu, bahkan kadang menolak tindakan yang menganggunya ini. Sebenarnya, saat dilahirkan, bayi mungkin lebih mengerti akan hal ini daripada ibu dan kita (anonim).

Kegiatan inisiasi menyusui dini merupakan langkah keempat dari sepuluh langkah menuju keberhasilan menyusui, yang dicetuskan oleh WHO pada tahun 1989. Inisiasi Menyusui dini atau permulaan menyusui dini adalah bayi mulai menyusu sendiri setelah lahir (Roesli,U 2008).

Manfaat menyusui dini untuk ibu dan bayi yaitu (Roesli,U 2008):

  1. Memulai proses pembentukan kekebalan tubuh pada saat lahir dan memberikan perlindungan kepada bayi terhadap berbagai macam virus dan bakteri yang bersifat patogen sebelum kekebalan aktif pada tubuh bayi tersebut terbentuk melalui vaksinasi, salah satu kelebihan ASI adalah mengandung zat anti infeksi yang spesifik,
  2. Menyusui secara dini, teratur, sesering mungkin merupakan salah satu metode penjarangan kehamilan yang cukup efektiif terutama bagi ibu-ibu yang belum mau ikut program Keluarga berencana,
  3. Segera menyusui dan isapan pertama bayi pada puting susu ibu akan merangsang pengeluaran kolostrum yang mengandung zat kekebalan terhadap infeksi serta kaya akan zat gizi penting, sekaligus memberikan keuntungan bagi ibu yaitu merangsang kontraksi uterus kembali ke ukuran normal (DepKes, 2002), sedangkan menurut (Wiharta;1992) menyusui dini menyebabkan rahim ibu mengkerut akibat pengaruh hormon tertentu dan akan mengurangi perdarahan setelah melahirkan. Kolostrum yang merupakan susu pertama yang dihasilkan oleh buah dada mempunyai daya penangkis yang tinggi.

Pentingnya kontak kulit dengan segera setelah lahir dan bayi menyusu sendiri dalam satu jam pertama kehidupan adalah (Roesli;2008):

  1. dada ibu menghangatkan bayi dengan tepat selama bayi merangkak mencari payudara, Ini akan menurunkan kematian karena kedinginan (hypothermia).
  1. Ibu dan bayi merasa lebih tenang. Pernapasan dan detak jantung bayi lebih stabil. Bayi akan leih jarang menagis sehingga mengurangi pemakaian energi.
  2. Saat merangkak mencari payudara, bayi memindahkan bakteri dari kulit ibunya dan ia akan menjilat-jilat kulit ibu, menelan bakteri „baik ‚ di kulit ibu. Bakteri „baik“ ini akan berkembang biak membentuk koloni di kulit dan usus bayi , menyaingi bakteri „ jahat ‚ dari ligkungan.
  3. „Bonding“ (ikatan kasih sayang) antara ibu-bayi akan lebih baik karena pada 1-2 jam pertama, bayi dalam keadaan siaga, Setelah itu, biasanya bayi tidur dalam waktu yang lama.
  4. Makanan awal non yaitu ASI mengandung zat putih telur yang bukan berasal dari susu manusia, msalnya dari susu hewan, hal ini dapat mengganggu pertumbuhan fungsi usus dan mencetuskan alergi lebih awal.
  5. bayi yang diberi kesempatan menyusui dini lebih berhasil menyusui eksklusif dan akan lebih lama disusui.
  6. Hentakan kepala bayi ke dada ibu, sentuhan tangan bayi diputing susu dan sekitarnya, emutan, jilatan bayi pada puting ibu meransang pengeluaran hormon ksitosin.
  7. bayi mendapatkan ASI kolostrum –ASI yang pertama kali keluar. Cairan emas ini kadang juga dinamakan The Gift of life. Bayi yang diberi kesempatan inisiasi menyusui lebih dini lebih dulu mendapatkan kolostrum daripada yang tidak diberi kesempatan ,kolostrum, ASI istimewa yang kaya akan daya tahan tubuh, penting untuk ketahanan terhadap infeksi, penting untuk pertumbuhan usus , bahkan kelangsungan hidp bayi, kolostrum akan membuat lapisan yang melindungi dinding usus bayi yang masih belum matang sekaligus mematangkan dinding usus ini.
  8. Ibu dan ayah akan merasa sangat bahagia bertemu dengan bayinya untuk pertama kali dalam kondisi seperti ini. Bahkan, ayah mendapat kesempatan mengazankan anaknya di dada ibunya.suatu pengalaman batin bagi ketiganya yang amat indah

Penghambat Inisiasi Menyusui Dini menurut Roesli (2008) adalah:

  1. Bayi kedinginan tidak benar

Bayi berada dalam suhu yang aman jika melakukan kontak kulit dengan sang ibu. Suhu payudara ibu meningkat 0,5 derajad dalam dua menit jika bayi diletakkan di dada ibu.Berdasarkan hasil penelitian Dr, Neils Bergman dalam Roesli (2008) ditemukan bahwa suhu dada ibu yang melahirkan menjadi 1 derajad celcius lebih panas dari pada suhu dada ibu yang tidak melahirkan. Jika bayi yang diletakkan di dada ibu ini kepanasan, suhu dada ibu akan turun 1 derjad celcius. Jika bayi kedinginan, suhu dada ibu akan meningkat 2 C untuk menghangatkan bayi. Jadi dada ibu yang melahirkan merupakan tempat terbaik bagi bayi yang baru lahir dibandingkan tempat tidur yang canggih dan mahal.

  1. Setelah melahirkan, ibu terlalu lelah untuk segera menyusui bayinya-tidak benar

Seorang ibu jarang terlalu lelah untuk memeluk bayinya segera lahir. Keluarnya oksitosin saat kontak kulit ke kulit serta saat bayi menyusu dini membantu menenagkan ibu.

  1. Tenaga kesehatan kurang tersedia-tidak masalah

Saat bayi di dada ibu, penolong persalinan dapat melanjutkan tugasnya. Bayi dapat menemukan sendiri payudara ibu. Libatkan ayah atau keluarga terdekat untuk menjaga bayi sambil memberi dukungan pada ibu

  1. Kamar bersalin atau kamar operasi sibuk-tidak masalah

Dengan bayi di dada ibu, ibu dapat dipindahkan ke ruang pulih atau kamar perawatan. Beri kesempatan pada bayi untuk meneruskan usahanya mencapai payudara dan menyusu dini.

  1. Ibu harus dijahit-tidak masalah

Kegiatan merangkak mencari payudara di area payudara terjadi di area payudara sementara yang dijahit bagian bawah tubuh ibu

  1. Suntikan vitamin K dan tetes mata untuk mencegah penyakit gonore (gonorrhea) harus segera diberikan setelah lahir –tidak benar

Menurut American College of Obstetrics and Gynecology dan Academy Breasfeeding Medicine (2007) cit Roesli (2008) ,Tindakan pencegahan ini dapat ditunda setidaknya selama satu jam sampai bayi menyusu sendiri tanpa membahayakan bayi.

  1. Bayi harus segera dibersihkan, dimandikan, ditimbang, dan diukur-tidak benar

Menunda memandikan bayi berarti menghindarkan hilangnya panas badan bayi.selain itu, kesempatan vernic caseosa meresap, melunakkan dan melindungi kulit bayi lebih besar. Bayi dapat dikeringkan segera setelah lahir. Penimbangan dan pengukuran dapat ditunda sampai menyusui awal selesai’

  1. Bayi kurang siaga-tidak benar

Justru pada 1-2 jam pertama kelahirannya, bayi sangat siaga (alert). Setelah itu, bayi tidur dalam waktu yang lama, jika bayi mengantuk akibat obat yang diasup ibu, kontak kulit akan lebih penting lagi karena bayi memerlukan bantuan lebih untuk bonding.

  1. Kolostrum tidak keluar atau jumlah kolostrum tidak memadai sehingga diperlukan cairan lain (cairan pralaktal)-tidak benar.

Kolostrum cukup dijadikan makanan pertama bayi baru lahir. Bayi dilahirkan dengan membawa bekal air dan gula yang dapat dipakai pada saat itu.

  1. Kolostrum tidak baik, bahkan berbahaya untuk bayi-tidak benar

Kolostrum sangat diperlukan untuk tumbuh kembang bayi. Selain sebagai imunisasi petama dan mengurangi kuning pada bayi baru lahir, kolostrum melindungi dan mematngkan dinding usus yang masih muda.

 

Ada beberapa ‘intervensi’ yang dapat menganggu kemampuan alami bayi untuk mencari dan menemukan sendiri payudara ibunya, diantaranya obat kimiawi yang diberikan saat ibu melahirkan kemungkinan bisa sampai ke janin dan menyebabkan bayi sulit menyusu pada payudara ibu. Kelahiran dengan obat-obatan dan tindakan, bahkan rasa sakit di daerah kulit yang digunting saat episiotomi dapat pula mengganggu kemampuan alamiah ini (anonim, 2009).

Penting untuk menyampaikan informasi tentang IMD pada tenaga kesehatan yang belum menerima informasi ini. Dianjurkan juga kepada tenaga kesehatan untuk menyampaikan informasi IMD pada orang tua dan keluarga sebelum melakukan IMD. Juga dianjurkan ntuk menciptakan suasana yang tenang, nyaman, dan penuh kesabaran untuk memberi kesempatan bayi merangkak mencari payudara ibu (anonim, 2009))

Langkah-langkah melakukan inisiasi menyusui dini (Roesli,U 2008):

  1. Begitu lahir, bayi diletakkan di perut ibu yang sudah dialasi kain kering;
  2. Keringkan seluruh tubuh bayi termasuk kepala secepatnya kecuali kedua tangannya;
  3. Tali pusat dipotong, lalu diikat;
  4. Vernix (zat lemak putih) yang melekat di tubuh bayi sebaiknya tidak dibersihkan karena zat ini membuat nyaman kulit bayi;
  5. Tanpa dibedong, bayi langsung ditengkurapkan di dada atau diperut ibu dengan kontak kulit bayi dan ibu, ibu dan bayi diselimuti bersama-sama. Jika perlu, bayi diberi topi untuk mengurangi pengeluaran panas dari kepalanya.

Tidak ada komentar: