Menetapkan tujuan berdasarkan persepsi harga merupakan suatu yang
fleksibel, dapat diubah dengan cepat sejalan dengan perubahan pasar,
termasuk masalah persaingan persepsi harga. Secara umum, penetapan
persepsi harga bertujuan untuk mencari laba agar perusahaan dapat berjalan
namun dalam kondisi persaingan yang semakin ketat tujuan mencari laba
maksimal dalam praktisnya akan sulit di capai. Kotler & Keller (2016),
terdapat beberapa tujuan penetapan persepsi harga antara lain:
1) Kemampuan bertahan
Perusahaan mengejar kemampuan bertahan sebagai tujuan utama mereka
jika mereka mengalami kelebihan kapasitas,persaingan ketat dan
keinginan konsumen yang berubah. Selama persepsi harga menutup
biaya variable dan beberapa variable tetap,maka perusahaan tetap berada
dalam bisnis. Kemampuan bertahan merupakan tujuan jangka pendek
atau dalam jangka panjang,perusahaan harus mempelajari cara
menambah nilai atau menghadapi kepunahan.
2) Laba maksimum saat ini (maximum current profit)
Banyak perusahaan berusaha menetapkan persepsi harga yang akan
memaksimalkan laba saat ini. Perusahaan memperkirakan permintaan
dan biaya yang berasosiasi dengan persepsi harga alternatif memilih
persepsi harga yang menghasilkan.dan
3) Pangsa pasar maksimum (maximum market share)
Beberapa perusahaan ingin memaksimalkan pangsa pasar mereka.
Perusahaan percaya bahwa semakin tinggi volume penjualan, biaya unit
akan semakin rendah dan laba jangka panjang semakin tinggi.perusahaan
menetapkan persepsi harga terendah mengasumsikan pasar sensitive
terhadap persepsi harga.
4) Pemerahan pasar maksimum (maximum market skimming)
Perusahaan mengungkapkan teknologi baru yang menetapkan persepsi
harga tinggi untuk memaksimalkan pasar pada mulanya persepsi harga
ditetapkan dengan tinggi dan pelan-pelan turun seiring waktu. Meskipun
demikian strategi ini bisa menjadi fatal jika ada pesaing besar yang
memutuskan menurunkan persepsi harga.
5) Kepemimpinan kualitas produk (product-quality leadership)
Banyak merek berusaha menjadi “kemewahan terjangkau” produk atau
jasa yang ditentukan karakternya oleh tingkat kualitas anggapan. Selera
dan status cukup tinggi agar tidak berada diluar jangkauan konsumen.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar