Strategi spesifik yang digunakan perusahaan untuk menetapkan persepsi
harga barang dan jasa.bertolak dari strategi pemasaran yang diformulasikan
untuk mencapai tujuan perusahaan.para produsen menggunakan persepsi
harga barang yang diproduksi dan dijual untuk menarik konsumen dari
segala segmen. Para produsen juga menentukan persepsi harga untuk
menarik konsumen pada segmen kecil dari sebuah pasar yang besar
(Sugiono & Aisyah, 2021).
Oentoro dalam Sudaryono (2016), mengartikan “persepsi harga adalah
suatu nilai tukar yang bisa disamakan dengan uang atau barang lain untuk
manfaat yang diperoleh dari suatu barang atau jasa bagi seseorang atau
kelompok pada waktu tertentu dan tempat tertentu.
Kotler & Keller (2016) menyatakan bahwa “ price as the amount of
money charged for a product or service,or the sum of values that customers
exchange for benefits of having or using the product service”. (Tjiptono &
Anastasia, 2017) persepsi harga adalah sekumpulan faktor moneter (uang)
dan faktor non moneter yang dipertukarkan untuk memperoleh hak
kepemilikan dan pemakaian suatu barang atau jasa.
Kotler, Philip & Amstrong (2016) mengemukakan bahwa persepsi harga
mempengaruhi keputusan seorang konsumen dalam melakukan pembelian,
semakin tinggi persepsi harga maka keputusan pembelian semakin rendah,
sebaliknya jika persepsi harga rendah keputusan pembelian berubah
menjadi lebih tinggi. Hal tersebut juga sesuai dengan hokum permintaan
atas barang tersebut begitu juga sebaliknya.
Andi (2015; 128) persepsi harga menjadi faktor utama yang dapat
mempengaruhi pilihan seorang pembeli, persepsi harga cukup berperan
dalam menentukan pembelian konsumen, untuk itu sebelum menetapkan
suatu persepsi harga, sebaiknya perusahaan melihat beberapa referensi
persepsi harga suatu produk yang dinilai cukup tinggi dalam penjualan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar