Widarjono (2009) menjelaskan bahwa Vector Autoregression (VAR) merupakan model persamaan ekonometrika yang dikembangkan guna membantu menyelesaikan persoalan tentang kompleksnya suatu fenomena ekonomi yang terkadang terlalu rumit jika dijelaskan hanya dengan teori yang ada. Model VAR dibangun dengan meminimalkan pendekatan teori dengan tujuan agar mampu menangkap fenomena ekonomi dengan baik. Dengan begitu, VAR disebut juga sebagai model non struktural atau model yang tidak teoritis. Lebih lanjut, adanya beberapa variabel dalam data time series juga membuat kita perlu menganalisis salingketergantungan antar variabel tersebut dengan model VAR ini.
Dalam VAR, ada dua hal yang perlu diperhatikan,
- Tidak perlu membedakan antara variabel endogen dan eksogen
Semua variabel baik endogen maupun eksogen yang dipercaya saling berhubungan seharusnya dimasukkan dalam model.
- Perlu adanya sejumlah kelambanan dari variabel yang ada untuk melihat hubungan antar variabelnya.
Kelambanan diperlukan untuk menangkap efek dari variabel tersebut terhadap variabel lain di dalam model.
Selain itu, perlu diperhatikan juga bahwa model VAR adalah model linier sehingga mudah diestimasi dengan metode Ordinary Least Square (OLS).
Secara umum, model VAR dengan n variabel endogen dapat dirumuskan sebagai berikut:
Y1t = β01 + Σ p i=1 β i1Y1t-i + Σ p i=1 α i1Y2t-i + …+ Σ p i=1 η i1Ynt-i + e1t.............. (3.9)
Ynt = β01 + Σ p i=1 β i2Y1t-i + Σ p i=1 α i2Y2t-i + …+ Σ p i=1 η inYnt-i + ent................ (3.10)
Adapun variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah:
CPROt = Produksi CPO pada tahun t
CAREt = Luas area pada tahun t
CEXPt = Ekspor CPO (dideflasi) pada tahun t
CEXRt = Nilai tukar mata uang (dideflasi) pada tahun t
CPRIt = Harga CPO internasional (dideflasi) pada tahun t
Tidak ada komentar:
Posting Komentar