Pada prinsipnya, pendekatan kointegrasi berkaitan erat dengan pengujian terhadap kemungkinan adanya hubungan keseimbangan jangka panjang antara variabel-variabel ekonomi seperti dikehendaki oleh teori ekonomi, yang dalam hal ini terjadi karena adanya variabel nonstasioner (Widarjono, 2009). Konsep kointegrasi, dua atau lebih variabel (series) non-stasioner akan terkointegrasi bila kombinasinya juga linier sejalan dengan berjalannya waktu, meskipun bisa terjadi masing-masing variabelnya bersifat non-stasioner.
Arifianti (2007), menjelaskan bahwa terdapat beberapa metode uji kointegrasi yang sering digunakan seperti uji Engle-Granger, uji Ravalion maupun Uji Johansen. Penelitian ini menggunakan metode uji Johansen karena metode ini tidak mensyaratkan semua variabel yang terlibat memiliki derajat integrasi yang sama. Kemudahan itu juga membuat metode ini lebih sesuai untuk digunakan pada uji unit akar yang berdasar pada uji Dickey-Fuller (Poluakan, 2010).
Terdapat dua jenis uji Johansen; trace (jejak) maupun eigenvalue, di mana kesimpulan yang diperoleh dari masing-masing jenis tersebut nantinya akan sedikit berbeda. Hipotesis nol untuk uji trace adalah jumlah vektor kointegrasi r ≤ ?, sedang hipotesis nol untuk uji eigenvalue adalah r = ?.
Terdapat dua spesifikasi model kointegrasi yang dapat disusun untuk Vector Error Corection Model (VECM) ini, yaitu:
VECM Jangka Panjang:
ΔXt = μ + ΦDt + ΠXt-p + Γp-1 ΔXt-p+1 + Γ1 ΔXt-1 + …+ εt ; t = 1,…, T................ (3.7)
di mana
Γi = Π1, …, Πi-I, i = 1,…, p-1
VECM transitory:
ΔXt = μ + ΦDt - Γp-1 ΔXt-p+1 - … - Γ1 ΔXt-1 + ΠXt-1+ εt ; t = 1,…, T....... (3.8)...........
di mana
Γi = (Πi+1 + … + Πp), i = 1,…, p-1
Kesimpulan terdapat pada Π dan keduanya akan sama.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar