Keterikatan kerja memiliki beberapa istilah dalam penggunaannya
antara lain job engagement, employee engagement dan work engagement.
Pada penelitian ini, penulis memakai istilah work engagement. Penulis
menggunakan istilah work engagement Schaufeli et al. (2002 dalam
Seppala et al. 2009) sebagai penjelas keterikatan karyawan karena
pengertian yang ada pada work engagement telah merangkum dua
pengertian dari job engagement dan employee engagement. Employee
engagement maupun work engagement keduanya memiliki karakteristik
dan aspek pembentuk yang sama. Secara garis besar, kedua istilah tersebut
dibentuk oleh beberapa aspek yang sama yaitu vigor, dedication dan
absorption.
Menurut Kahn (1990) keterikatan kerja dalam pekerjaan
dikonsepsikan sebagai anggota organisasi yang melaksanakan peran
kerjanya, bekerja dan mengekspresikan dirinya secara fisik, kognitif dan
emosional selama bekerja. Keterikatan yang demikian itu sangat
diperlukan untuk mendorong timbulnya semangat kerja karyawan.
Keterikatan kerja adalah sebuah kondisi dimana seseorang memiliki
pikiran yang positif sehingga mampu mengekspresikan dirinya baik secara
fisik, kognitif dan afektif dalam melakukan pekerjaannya (Schaufeli &
Bakker, 2004). Saks (2006) menjelaskan bahwa keterikatan sebagai
konstruk yang menggunakan komponen kognitif, emosi dan perilaku yang
diasosiasikan dengan tanggung jawab pekerjaannya. Taylor (2012) juga
menyatakan bahwa keterikatan kerja adalah perasaan keikutsertaan aspek
kognitif, emosional, dan fisik karyawan dalam aktivitas pekerjaan, kinerja
dan keluaran organisasional. Sementara itu, Bakker & Xanthopoulou
(2013) menyatakan bahwa keterikatan kerja merupakan suatu hal yang
positif, terpenuhi, pengalaman yang berhubungan dengan pekerjaan
meliputi tiga dimensi yang saling melengkapi yaitu energi (vigor), afektif
(dedication) dan dimensi kognitif (absorption)
Minggu, 26 Februari 2023
Pengertian Keterikatan Kerja (skripsi, tesis, disertasi)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar