Metode analisis yang digunakan untuk menjawab hipotesis yang telah dibuat adalah sebagai berikut:
- Uji koefisien jalur secara menyeluruh.
Uji koefisien jalur secara menyeluruh menggunakan uji F. Uji F digunakan untuk melihat pengaruh variabel-variabel independen secara keseluruhan terhadap variabel dependen.
Uji signifikansi analisis jalur dicari yaitu membandingkan antara nilai probabilitas 0,05 dengan nilai probabilitas Sig.
Dasar pengambilan keputusan sebagai berikut:
- Jika nilai probabilitas 0,05 lebih kecil atau sama dengan nilai probabilitas Sig atau [ 0,05 ≤ Sig ], maka Ho diterima dan Ha ditolak, artinya tidak signifikan.
- Jika nilai probabilitas 0,05 lebih besar atau sama dengan nilai probabilitas Sig atau [ 0,05 ≥ Sig ], maka Ho ditolak dan Ha diterima, artinya signifikan.
- Uji koefisien jalur secara individu.
Uji koefisien jalur secara individu menggunakan uji t. Uji t dipakai untuk mengetahui signifikansi pengaruh variabel independen secara individu terhadap variabel dependen.
Uji signifikansi analisis jalur dicari yaitu membandingkan antara nilai probabilitas 0,05 dengan nilai probabilitas Sig.
Dasar pengambilan keputusan sebagai berikut:
- Jika nilai probabilitas 0,05 lebih kecil atau sama dengan nilai probabilitas Sig atau [ 0,05 ≤ Sig ], maka Ho diterima dan Ha ditolak, artinya tidak signifikan.
- Jika nilai probabilitas 0,05 lebih besar atau sama dengan nilai probabilitas Sig atau [ 0,05 ≥ Sig ], maka Ho ditolak dan Ha diterima, artinya signifikan.
- Uji Koefisien Determinasi ( R2 )
Koefisien Determinasi (R2 ) berguna untuk mengukur seberapa besar peranan variabel independen secara simultan mempengaruhi perubahan yang terjadi pada variabel dependen.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar