Minggu, 25 April 2021
Pengukuran Kinerja Keuangan (skripsi dan tesis)
Dalam melakukan analisis kinerja keuangan perusahaan harus terdapat ketegasan
pemikiran mengenai cara-cara pengujian yang akan dicapai. Untuk alasan-alasan khusus
yang bagaimana serta harus dibuat batasan oleh analis mengenai titik berat analisis, tujuan
dan dasar perbandingan yang mungkin dipakai. Dalam menilai kinerja keuangan yang akan
dihubungkan dengan harga saham dapat digunakan rasio keuangan. Pemakaian rasio
keuangan biasanya digunakan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan mengenai prestasi
operasional perusahaan. Sedangkan prestasi perusahaan dapat dinilai dari besarnya kinerja
perusahaan selama periode tertentu. Kinerja keuangan perusahaan bisa diamati dari laporan
keuangan yang dikeluarkan secara periodik yaitu neraca dan laporan rugi laba.
Munawir (2002) menjelaskan bahwa dalam menganalisis dan menilai posisi
keuangan dan potensi atau kemajuan-kemajuan perusahaan, faktor yang paling utama untuk
mendapatkan perhatian oleh penganalisis adalah :
a. Untuk Mengetahui Tingkat Likuiditas. Menunjukkan kemampuan suatu perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangan
pada saat ditagih. Kewajiban keuangan suatu perusahaan pada dasarnya dapat
digolongkan menjadi dua, yaitu:
1. Kewajiban keuangan yang berhubungan dengan pihak luar perusahaan
(Kreditur).
2. Kewajiban keuangan yang berhubungan dengan proses produksi (internal
perusahaan).
b. Untuk Mengetahui Tingkat Solvabilitas. Menunjukkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangannya
apabila perusahaan tersebut dilikuidasikan, baik kewajiban keuangan jangka
pendek maupun jangka panjang.
c. Untuk Mengetahui Tingkat Rentabilitas atau Profibilitas. Menunjukkan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba selama periode
tertentu. Rentabilitas suatu perusahaan diukur dengan kesuksesan perusahaan dan
kemampuan menggunakan aktivanya secara produktif, dengan
memperbandingkan antara laba yang diperoleh dalam suatu periode dengan
jumlah aktiva atau jumlah modal perusahaan tersebut.
d. Untuk Mengetahui Tingkat Stabilitas Usaha. Menunjukkan kemampuan perusahaan untuk melakukan usahanya dengan stabil
yang diukur dengan mempertimbangkan kemampuan perusahaan untuk
membayar beban bunga atas hutang-hutangnya dan perusahaan untuk akhirnya
membayar kembali hutang-hutang tersebut tepat pada waktunya serta kemampuan
perusahaan secara teratur kepada pemegang saham tanpa mengalami hambatan
atau krisis keuangan.
Faktor-faktor tersebut diatas akan dapat diketahui dengan cara menganalisis
dan menginterpretasikan laporan keuangan perusahaan yang bersangkutan dengan
menggunakan metode atau teknik analisis yang tepat atau sesuai dengan tujuan
analisis. Dengan kata lain laporan keuangan suatu perusahaan perlu dianalisis karena
dengan analisis tersebut akan diperoleh semua jawaban yang berhubungan dengan masalah posisi keuangan dan hasil-hasil yang dicapai oleh perusahaan yang
bersangkutan.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar