Kinerja keuangan adalah salah satu tolak ukur dalam menilai perusahaan,
kondisi keuangan yang bagus cenderung menarik perhatian investor. Untuk itu,
manajemen berusaha untuk memenuhi harapan dari analisis keuangan atau
manajemen. Hal ini yang mendorong para manajer untuk melakukan tindakantindakan
sebagai upaya pemenuhan harapan investor (Anggraini, 2010).
Kinerja keuangan mempunyai arti yang penting bagi pengambilan
keputusan baik bagi pihak intern maupun ekstern perusahaan. Laporan keungan
merupakan alat yang dijadikan acuan penilaian untuk meramalkan kondisi
keuangan, operasi dan hasil usaha perusahaan.
Rasio Keuangan sebagai pengukuran kinerja keuangan dalam laporan
keuangan perusahaan dapat digunakan sebagai salah satu dasar untuk
memprediksi laba bersih dan dividen pada masa yang akan datang. Cara yang
digunakan untuk mendukung prediksi tersebut adalah dengan menganalisis
laporan keuangan perusahaan. Analisis tersebut mengkombinasikan hubungan
antara komponen keuangan yang satu dengan komponen keuangan yang lain.
Pada umumnya, hubungan tersebut dilihat dari rasio antara komponen-komponen
keuangan yang satu dengan yang lain. Dalam konteks manajemen keuangan,
analisis tersebut dikenal dengan analisis rasio keuangan. Analisis rasio ini berguna
untuk membandingkan kinerja perusahaan yang satu dengan perusahaan yang lain
atau membandingkan kinerja satu perusahaan pada tahun ini dengan tahun yang
lainnya.
Analisis rasio keuangan dikelompokkan ke dalam empat macam kategori,
yaitu:
a. Rasio Likuiditas
Fred Weston menyebutkan bahwa rasio likuiditas (liquidity ratio) mrupakan
rasio yang menggambarkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi
kewajiban (hutang) jangka pendek. Artinya apabila perusahaan ditagih,
perusahaan akan mampu untuk memenuhi hutang tersebut terutama hutang
yang sudah jatuh tempo. Rasio likuiditas atau sering juga disebut dengan
rasio modal kerja merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur
sekaligus mengukur seberapa likuidnya suatu perusahaan. Caranya adalah
membandingkan komponen yang ada di neraca, yaitu total aktiva lancar
dengan total passive lancar (hutang jangka pendek). Penilaian dapat
dilakukan untuk beberapa periode sehingga terlihat perkembangan likuiditas
perusahaan dari waktu ke waktu (Kasmir, 2011).
b. Rasio Laverage (Solvabilitas)
Rasio solvabilitas merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur sejauh
mana aktiva perusahaan dibiayai oleh hutang. Artinya seberapa besar beban
hutang yang ditanggung perusahaan dibandingkan dengan aktivanya. Dalam
arti luas dikatakan bahwa rasio solvabilitas digunakan untuk mengukur
kemampuan perusahaan untuk membayar seluruh kewajibannya, baik
jangka pendek maupun jangka panjang apabila perusahaan dibubarkan
(dilikuidasi). Pengukuran rasio solvabilitas dilakukan melalui dua
pendekatan, yaitu: mengukur rasio-rasio neraca dan sejauh mana pinjaman
digunakan untuk permodalan dan melalui pendekatan rasio-rasio laba rugi
(Kasmir, 2011).
c. Rasio Aktivitas
Rasio aktivitas merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur efektivitas
perusahaan dalam menggunakan aktiva yang dimilikinya. Rasio aktivitas
juga digunakan untuk menilai kemampuan perusahaan dalam melaksanakan
aktivitas sehari-hari. Penggunaan rasio aktiva adalah dengan cara
membandingkan antara tingkat penjualan dengan investasi dalam aktiva
untuk satu periode (Kasmir, 2011).
d. Rasio Profitabilitas
Rasio profitabilitas merupakan rasio untuk menilai kemampuan perusahaan
dalam mencari keuntungan. Rasio ini juga memberikan ukuran tingkat
efektivitas manajemen suatu perusahaan. Hal ini ditunjukkan oleh laba yang
dihasilkan dari penjualan dan pendapatan investasi (Kasmir, 2011).
Analisis rasio keuangan tidak hanya berguna bagi kepentingan intern dan
ekstern perusahaan. Bagi para bankir berguna untuk mempertimbangkan
pemberian kredit jangka pendek maupun kredit jangka panjang kepada
perusahaan, untuk itu para bankir lebih tertarik pada rencana jangka pendek,
likuiditas, kemampuan memperoleh laba, tingkat efisiensi operasional dan
solvabilitas. Bagi para kreditur jangka panjang lebih tertarik pada kemampuan
laba dan tingkat efisiensi operasional. Sedangkan bagi para penanam modal lebih
tertarik pada kemampuan memperoleh laba jangka panjang dan tingkat efisiensi
perusahaan. Bagi manajer keuangan tentu saja sangat berkepentingan dengan
semua aspek rasio keuangan, karena harus mampu membayar hutang jangka
pendek, mampu membayar hutang jangka panjang, mampu meningkatkan
efisiensi perusahaan, mampu memaksimalkan nilai perusahaan dan mampu
memperoleh laba untuk memaksimalkan kekayaan pemegang saham.
Meskipun rasio keuangan mempunyai manfaat, akan tetapi J. Fred Weston
menyebutkan ada beberap kelemahan dari rasio keuangan adalah sebagai berikut:
1. Data keuangan disusun dari data akuntansi.
2. Prosedur pelaporan yang berbeda, mengakibatkan laba yang dilaporkan
berbeda pula, (dapat naik atau turun), tergantung prosedur pelaporan
tersebut.
3. Adanya manipulasi data, artinya dalam penyusunan data, pihak penyusun
tidak jujur dalam memasukkan angka-angka ke laporan keuangan yang
mereka buat.
4. Perlakuan pengeluaran untuk biaya-biaya antara satu perusahaan dengan
perusahaan lainnya berbeda.
5. Penggunaan tahun fiskal yang berbeda, juga dapat menghasilkan perbedaan.
6. Pengaruh musiman mengakibatkan rasio komperatif akan ikut berpengaruh.
7. Kesamaan rasio keuangan yang telah dibuat dengan standar industry belum
menjamin perusahaan berjalan normal dan telah dikelola dengan baik.
Dalam laporan keuangan, angka-angka yang berdiri sendiri sulit dikatakan
baik tidaknya. Untuk itu diperlukan pembanding yang bisa dipakai untuk melihat
baik tidaknya angka yang dicapai oleh perusahaan, oleh karena itu diperlukan
analisis rasio keuangan untuk menilai kinerja keuangan perusahaan. Rata-rata
industri bisa dan biasa digunakan sebagai pembanding. Meskipun rata-rata
industri ini bukan merupakan pembanding yang paling tepat karena beberapa hal,
misalnya karena perbedaan karakteristik rata-rata perusahaan dalam industri
dengan perusahaan tersebut. Tetapi rata-rata industri tetap bisa dipakai untuk
perbandingan (Hanafi; 2003:70).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar