Senin, 26 April 2021
Ciri-ciri Culture Shock (skripsi dan tesis)
Oberg (1960) memaparkan bahwa ciri-ciri individu yang mengalami
culture shock yaitu memiliki kekhawtiran yang berlebihan terhadap kebersihan,
muncul peraasaan tidak berdaya, muncul keprihatinan yang berlebihan
terhadap sakit fisik ringan yang diderita, dan muncul ketakutan untuk
berkomunikasi dengan budaya yang baru :
Pertama, kekhawatiran yang berlebihan terhadap kebersihan. Individu
sering mencuci tangan, khawatir air minum, makanan, pakaian, piring, dan
tempat tidur tidak diberishkan merupakan akibat dari kekhawatiran individu
terhadap kebersihan diri sendiri dan lingkungan pada budaya baru. Kedua,
muncul perasaaan tidak berdaya. Perasaaan tidak berdaya yang dirasakan
individu mengakibatkan muncul tatapan tropis (menatap kebingungan), muncul
keinginan untuk selalu bergantung pada individu dari budaya lama, dan rindu
untuk kembali ke rumah. Ketiga, Muncul keprihatinan yang berlebihan
terhadap sakit fisik ringan yang diderita. Individu yang mengalami culture
shock merasa sakit fisik yang diderita merupakan sakit parah sehingga
memunculkan frustrasi dan sering marah. Keempat,ketakutan untuk
berkomunikasi dengan budaya yang baru.Gejala-gejala ketakutan untuk
berkomunikasi dengan budaya baru antara lain takut kontak fisik dengan
budaya baru, muncul rasa takut ditipu atau dilukai oleh individu
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar