Hollinger (2013) menyatakan salah satu indikator perencanaan suksesi yang penting adalah kepemimpinan. Brockhaus (2004) mengatakan sikap keluarga merupakan nilai-nilai pada sebuah keluarga merupakan hal yang penting juga dan penerus yang potensial harus mendapat dukungan, kepercayaan dan sikap positif dari keluarga. Sharma (2004) menyatakan perencanaan suksesi dalam perusahaan keluarga sangat ditentukan oleh adanya keinginan incumbent, yang umumnya merupakan pendiri/pemilik untuk memberikan kewenangan mengelola kepada generasi penerusnya, adanya komitmen keluarga, kepercayaan terhadap calon penerus dan dimilikinya jiwa kepemimpinan bagi calon pengganti (suksesor). Dari berbagai konsep, pengertian dan teori di atas, ada 5 (lima) indikator yang dapat dipakai sebagai indikator perencanan suksesi menurut Hollinger (2013), Brockhaus (2004) danSharma (2004), yaitu sikap, keinginan pendahulu (incumbent), komitmen, kepercayaan dan kepemimpinan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar