Rabu, 28 April 2021
Kecakapan Manajerial (skripsi dan tesis)
Kecakapan Manajerial
Kecakapan manajerial merupakan kemampuan manajer untuk mengambil dan
menerapkan keputusan-keputusan yang dapat membawa perusahaan kepada efisiensi
yang lebih baik (P. Demerjian, Lev, & McVay, 2012). Manajer yang cakap dan
professional memiliki pengetahuan yang lebih banyak dan luas terkait dengan
perusahaan, sehingga memungkinkan mereka untuk membuat keputusan yang lebih
baik dan menunjukkan pemahaman serta penerapan standar akuntansi yang lebih
fleksibel (W. Chen & Tai, 2015). Kemampuan manajerial adalah salah satu faktor
yang mendorong efisiensi operasional perusahaan. Li (2015), kecakapan manajerial dapat diukur melalui seberapa efisien manajer dalam menggunakan sumber daya
perusahaan untuk menghasilkan keluaran yang optimal dan menciptakan dampak
positif pada kualitas pelaporan keuangan yang mempengaruhi masa depan
perusahaan. Perusahaan memiliki sumber daya berupa modal, tenaga kerja, dan aset
untuk menghasilkan keluaran berupa pendapatan dan laba.
Demerjian, Lewis, & Mcvay (2012b) mengungkapkan manajer yang cakap
akan mampu mengambil keputusan-keputusan ekonomi yang tepat dan mampu
mencapai tingkat efisiensi yang tinggi dalam mengelola sumber daya perusahaan
karena mereka memiliki pengalaman, tingkat intelegensia, dan tingkat pendidikan
yang cukup tinggi. Manajer memiliki kewajiban untuk memberikan informasi
perusahaan kepada stakeholders untuk mengkomunikasikan kinerja perusahaan.
Wadah yang tepat bagi manajer untuk mengkomunikasikan kinerja tersebut adalah
laporan keuangan yang disusun pada setiap periode pelaporan. Isnugrahadi &
Kusuma (2009) mengatakan ada dua hal prasyarat yang harus ada agar manajemen
selalu jujur dalam melaksanakan tugasnya. Pertama, kultur organisasional harus
mendukung pengambilan keputusan yang etis. Kedua, manajemen harus memiliki
pemotivator untuk selalu bertindak jujur.
Manajer menggunakan judgment untuk membuat laporan keuangan.
(Kirana & Hasan, 2016), dalam penerapan akuntansi akrual, prinsip akuntansi
berterima umum memperbolehkan manajer memilih metode akuntansi yang
diperbolehkan seperti penggunaan metode garis lurus atau akselerasi, ataupun
memilih FIFO atau LIFO dalam menilai persediaan. Manajer juga harus memilih
28
untuk membebankan atau menangguhkan pengeluaran. Agar semua kebijakan
tersebut dapat dilakukan dengan baik, maka manajer dituntut untuk memiliki
kemampuan dan keahlian atau kecakapan yang cukup, dan keahlian tersebut
biasanya dimilik oleh manajer yang memiliki tingkat intelegensi dan pendidikan
yang cukup tinggi serta pengalaman yang dimiliki oleh seorang manajer.
P. R. Demerjian, Lev, Lewis, & McVay (2013), memperkenalkan perhitungan
kecakapan manajerial dengan menggunakan data-data laporan keuangan melalui Data
Envelopment Analysis (DEA). DEA merupakan alat yang
digunakan untuk mengukur efisiensi relatif suatu organisasi. DEA biasanya
dinyatakan dalam Decision Making Unit atau Unit Kegiatan Ekonomi (UKE).
Efisiensi UKE dapat diketahui dengan membandingkan efisiensi UKE suatu
perusahaan dengan UKE dari perusahaan lainnya dalam suatu satuan populasi atau
sampel dengan syarat bahwa jenis input dan outputnya sama.
UKE dinilai efisien apabila rasio perbandingan input/output sama dengan
1 atau 100%, yang artinya UKE tersebut mampu memanfaatkan inputnya secara
maksimal untuk menghasilkan output tertentu dan tidak lagi melakukan
pemborosan. Sedangkan UKE yang tidak efisien apabila rasio perbandingan antara
input/output adalah antara 0 ≤ input/output < 1 atau nilainya kurang dari 100%
berarti perusahaan belum mampu mengelola input-input yang dimilikinya untuk
menghasilkan output yang optimal atau masih melakukan pemborosan.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar