Minggu, 25 April 2021
Komponen Struktur Modal (skripsi dan tesis)
Untuk memahami tentang struktur modal maka perlu mengetahui komponen atau
pembagian dari struktur modal itu sendiri. Riyanto (2001) menyatakan pada dasarnya
struktur modal suatu perusahaan terdiri dari dua komponen, yaitu modal asing atau hutang
jangka panjang dan modal sendiri (shareholder equity). Berikut ini beberapa penjelasan
mengenai komponen struktur modal, yaitu :
1. Hutang jangka panjang atau Modal asing Hutang jangka panjang yang merupakan
sumber dana eksternal yang didapat perusahaan adalah jenis hutang yang jangka
waktunya panjang atau memilki jatuh tempo lebih dari satu tahun. Jenis pembiayaan
dari hutang jangka panjang ini pada umumnya digunakan oleh perusahaan untuk
membelanjai kegiatan-kegiatannya, seperti melakukan perluasan usaha (ekspansi
pasar) dan pengembangan produk karena membutuhkan jumlah dana (modal) yang
besar. Ada berbagai jenis dari hutang jangka panjang suatu perusahaan, antara lain
seperti :
a. Hutang Obligasi Obligasi (bond) merupakan salah satu jenis surat berharga atau
bentuk surat utang yang dikenakan bunga dan nilai nominalnya harus
dibayarkan kembali pada tangga jatuh tempo yang ditentukan, biasanya lebih
dari satu tahun. (Reeve, 2010 : 219).
b. Hutang Hipotik Hutang hipotik adalah jenis hutang jangka panjang yang
dijamin pembayarannya dengan asset tetap atau asset tidak bergerak, seperti
tanah dan bangunan. c. Kewajiban sewa guna usaha jangka panjang (hutang sewa pembiayaan)
Kewajiban ini termasuk bagian dari hutang jangka panjang. Menurut Stice dan
Skousen (2010), beberapa jenis kegiatan sewa guna usaha perusahaan atas
properti, pabrik, dan peralatan pada hakikatnya merupakan pembelian yang
didanai dengan hutang. Untuk akuntansi sewa guna usaha modal (atau
pembiayaan perusahaan), nilai sekarang dari pembayaran sewa masa datang
dicatat sebagai utang jangka panjang (Stice dan Skousen, 2009: 128).
2. Modal Sendiri (Shareholder Equity) Modal sendiri atau ekuitas pemegang saham
merupakan modal yang diperoleh atau berasal dari pemilik/ pemegang saham
perusahaan itu sendiri dan modal tersebut tertanam dalam perusahaan untuk jangka
waktu yang tidak tertentu batasnya (Riyanto, 2001). Sumber modal sendiri yang
diperoleh perusahaan ada dua macam, yaitu dari sumber intern dan sumber ekstern.
Sumber intern ini diperoleh dari keuntungan (laba) yang dihasilkan perusahaan dari
aktivitas operasinya, sedangkan sumber ekstern modal sendiri perusahaan diperoleh
atau berasal dari pemilik/pemegang saham perusahaan, yaitu modal saham.
3. Laba yang ditahan (Retained Earnings) Laba ditahan atau saldo laba ini merupakan
jenis modal sendiri perusahaan yang berasal dari sumber intern perusahaan. Laba
yang ditahan yaitu sisa laba dari keuntungan perusahaan yang belum dibagikan
kepada para pemegang saham sebagai deviden. Laba ditahan dihasilkan dari
kegiatan operasi. Laba bersih dapat meningkatkan laba ditahan, sebaliknya dividen
dapat mengurangi laba ditahan (Reeve, 2010: 136). Laba ditahan ini biasanya
digunakan untuk kepentingan perusahaan yaitu digunakan oleh manajemen sebagai modal untuk mengembangkan atau memperluas kegiatan operasi sehingga
perusahaan dapat terus berkembang.
4. Saham biasa (common stock). Saham biasa adalah salah satu jenis komponen modal
sendiri jangka panjang perusahaan yang berasal dari sumber eksternal perusahaan
yaitu jenis modal yang ditanamkan ke perusahaan oleh para pemegang saham/ pihak
investor. Saham biasa merupakan surat berharga dalam bentuk sertifikat yang
memiliki fungsi sebagai bukti kepemilikan suatu perusahaan. Pemilik saham akan
mendapatkan hak untuk menerima sebagian pendapatan tetap/deviden dari
perusahaan serta kewajiban menanggung resiko kerugian yang diderita perusahaan.
5. Saham preferen. Saham preferen adalah salah satu jenis saham yang pemilik saham
preferen ini memiliki hak lebih dibandingkan hak pemilik saham biasa.
Keistimewaan saham preferen ini yaitu pemegang saham mempunyai hak istimewa
untuk mendapatkan dividen (Pembagian laba) lebih dahulu, mereka mempunyai
kesempatan lebih besar untuk menerima dividen secara teratur dibandingkan dengan
pemegang saham biasa (Reeve, 2010:138).
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar