Minggu, 25 April 2021
Faktor - Faktor yang Mempengaruhi Struktur Modal (skripsi dan tesis)
1. Profitabilitas
Profitabilitas yaitu kemampuan perusahaan memperoleh laba dalam hubungannya
dengan penjualan, total asset maupun modal sendiri. Perusahaan yang memiliki tingkat
pengembalian yang tinggi cenderung menggunakan hutang yang relatif kecil karena tingkat
profitabilitas yang tinggi menyediakan sejumlah dana internal yang relatif besar yang
diakumulasikan sebagai laba yang ditahan (Joni dan Lina, 2010). Sebaliknya jika laba yang
25
dihasilkan perusahaan rendah, maka perusahaan cenderung menggunakan hutang yang
lebih besar karena dana internal yang dimiliki tidak cukup untuk mendanai kegiatan
perusahaan. Hal ini sesuai dengan teori struktur modal yaitu pecking order theory yang
menyatakan perusahaan dengan tingkat profit tinggi lebih cenderung menggunakan sumber
pendanaan internal terlebih dahulu yaitu seperti dari laba yang ditahan untuk membiayai
kegiatan investasi dan pembelanjaan perusahaannya. Tetapi hal tersebut berbeda dengan
teori Modigliani, yang mengatakan bahwa perusahaan yang memiliki tingkat profit yang
tinggi cenderung menggunakan hutang yang besar untuk mendapatkan keuntungan dari
pajak yaitu pembayaran bunga hutang dapat mengurangi beban pajak yang harus dibayar
perusahaan sehingga ada penghematan membayar pajak. Dari penjelasan diatas
menunjukkan adanya ketidak jelasan informasi, tetapi dari uraian tersebut menunjukkan
bahwa profitabilitas mempunyai pengaruh terhadap keputusan pendanaan atau struktur
modal perusahaan.
2. Struktur Asset
Struktur Asset mengambarkan proporsi atau perbandingan antara total asset tetap
yang dimiliki oleh perusahaan dengan total asset perusahaan (Joni dan Lina, 2010).
Pengertian lainnya yaitu, menurut Delcoure (2006), struktur asset mencerminkan seberapa
besar asset tetap mendominasi komposisi kekayaan atau asset yang dimiliki perusahaan.
Selain itu, struktur asset (tangibility) ini atau lebih dikenal sebagai tangible assets
menunjukkan komposisi relatif asset tetap yang dimiliki oleh perusahaan. Struktur Asset
merupakan salah salah satu faktor yang penting pada capital structure atau keputusan
pendanaan suatu perusahaan, karena apabila perusahaan dihadapkan pada kondisi kesulitan keuangan dalam membayar hutangnya, aset-aset berwujud atau asset tetap yang dimiliki
perusahaan dapat bertindak sebagai jaminan dalam memberikan jaminan kepada pihak luar
yang memberikan pinjaman (Febriyani dan Srimindarti, 2010 dalam Hasni, 2013). Perusahaan yang sebagian besar modalnya tertanam dalam asset tetap akan mengutamakan
pemenuhan kebutuhan dananya dari modal sendiri, tetapi belum tentu juga karena menurut
Joni dan Lina (2010), pengadaan untuk asset tetap membutuhkan dana yang tidak sedikit
dan memungkinkan munculnya beban penambahan hutang bagi perusahaan. Asset tetap
berwujud yang digunakan sebagai jaminan dapat memperkecil resiko kebangkrutan
perusahaan dan biaya kesulitan keuangan untuk membiayai kegiatan perusahaan (Indrajaya,
2011 dalam Hani,2013). Disamping itu, penggunaaan asset lancar jumlahnya terbatas.
Semakin besar jumlah asset tetap yang dimiliki perusahaan maka semakin besar pula
jaminannya sehingga dapat memberikan kepercayaan kepada pihak eksternal untuk
memberikan pinjaman kepada perusahaan dalam jumlah yang besar dan mengakibatkan
tingkat penggunaan hutang perusahaan akan lebih besar dari pada modal sendiri dalam
struktur modal perusahaan. Dari penjelasan tersebut menunjukkan bahwa struktur asset
memiliki pengaruh terhadap struktur modal.
3. Growth Opportunity
Growth opportunity yaitu perusahaan yang memiliki kesempatan/peluang untuk
bertumbuh atau mencapai tingkat pertumbuhan atau mengembangkan perusahaannya.
Perusahaan dengan tingkat pertumbuhan yang tinggi lebih banyak membutuhkan dana di
masa depan, terutama dana eksternal untuk memenuhi kebutuhan investasinya atau untuk
memenuhi kebutuhan untuk membiayai pertumbuhannya (Indrajaya, Herlina, dan Setiadi, 2011). Perusahaan yang berpeluang untuk mencapai pertumbuhan yang tinggi pasti akan
mendorong perusahaan untuk terus melakukan ekspansi usaha dan dana yang dibutuhkan
pasti tidaklah sedikit dan kemungkinan dana internal yang dimiliki jumlahnya terbatas
sehingga akan mempengaruhi keputusan struktur modal atau pendanaan suatu perusahaan.
Perusahaan yang berada pada tingkat pertumbuhan yang tinggi juga cenderung dihadapkan
pada situasi kesenjangan informasi yang tinggi antara manajer dan investor mengenai
proyek investasi perusahaan sehingga mengakibatkan modal ekuitas saham lebih besar
dibandingkan dengan biaya modal hutang, karena menurut pandangan investor, modal
saham lebih beresiko dibandingkan hutang sehingga perusahaan cenderung menggunakan
hutangnya terlebih dahulu sebelum menggunakan ekuitas saham baru. Dari penjelasan
tersebut menunjukkan tingkat growth opportunity juga berpengaruh terhadap keputusan
pendanaan atau struktur modal perusahaan.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar