Senin, 26 April 2021
Faktor-Faktor Interaksi Sosial (skripsi dan tesis)
Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya interakasi
sosial, adapun faktor-faktor interaksi sosial menurut ( Soekanto, 2007
;Syarbaini, 2009) adalah sebagai berikut :
1. Faktor imitasi
Faktor imitasi dapat mendorong seseorang untuk mematuhi kaidahkaidah dan nilai-nilai yang berlaku. Namun demikian, imitasi
mungkin pula mengakibatkan terjadinya hal-hal yang negatif dimana
misalnya, yang ditiru adalah hal-hal menyimpang. Imitasi merupakan
tindakan meniru orang yang dilakukan dalam bermacam-macam
bentuk seperti gaya bicara, tingkah laku, adat dan kebiasaanm, pola
pikir, dan hal-hal yang dimiliki atau dilakukan oleh individu lain.
Imitasi bukan hanya pada tahap kata, melainkan juga makna dan
tindakan
2. Faktor sugesti
Sugesti merupakan pengaruh psikis yang datang dari diri sendiri
maupun orang lain, diterima tanpa adanya kritik. Sugesti dilakukan
dengan sengaja, secara aktif memberikan pandangan-pandangan,
pendapat, dan norma agar seseorang dapat menerima sesuatu yang
diberikan oleh individu lain. Faktor sugesti beralangsung apabila
seseorang memberi suatu pandangan atau suatu sikap yang berasal
dari dirinya yang kemudian diterima oleh pihak lain.
3. Faktor identifikasi
Identifikasi merupakan kecenderungan individu untuk menjadi sama
dengan individu lain. Identifikasi dilakukan kepada individu lain yang
dianggap ideal dalam suatu segi untuk memperoleh sistem norma,
sikap, dan nilai yang merupakan kekurangan pada diri individu.
Proses identifikasi pertama-tama berlangsung secara tidak sadar,
kemudia irasional (berdsarkan perasaan) sehingga bermanfaat untuk
melengkapi sistem norma, cita-cita dan pedoman tingkah laku
individu yang melakukan identifikasi.
Faktor identifikasi merupakan kecenderungan-kecenderungan atau
keinginan-keinginan dalam diri seseorang untuk menjadi sama dengan
orang lain. Identifikasi sifatnya lebih mendalam daripada imitasi,
karena kepribadian seseorang dapat terbentuk atas proses ini.
4. Faktor Simpati
Simpati merupakan proses individu merasa tertarik pada pihak lain.
Proses simpati diarahkan pada keseluruhan keadaan dan tingkah laku
individu. Individu tersebut bukan hanya tertarik pada salah satu bagian
dari individu lain. Dasar kerja simpati lebih besar pada perasaan
sehingga simpati seringkali terjadi dalam reaksi irasional.
Faktor simpati sebenarnya merupakan suatu proses dimana seseorang
merasa tertarik pada pihak lain. Di dalam proses ini perasaan
memegang peranan penting. Walaupun dorongan utama pada simpati
adalah keinginan untuk memahami pihak lain dan untuk bekerja sama
dengannya.
5. Faktor Empati
Empati merupakan simpati mendalam yang mempengaruhi kejiwaan
dan fisik individu. Individu yang melakukan empati ikut merasakan
hal yang sama dengan yang dirasakan individu lain untuk memahami
keadaan individu lain tersebut.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar