Rabu, 28 April 2021
Kecakapan Manajerial (skripsi dan tesis)
Berdasarkan teori agensi yang menyatakan bahwa terdapat perbedaan
kepentingan antara pemilik (principal) dengan manajemen (agent)
perusahaan yang mengasumsikan bahwa setiap individu bertindak atas
kepentingan serta keuntungan pribadi mereka sendiri dan teori tentang
asimetri informasi yang biasa terjadi di perusahaan yang menyatakan
bahwa terdapat perbedaan keadaan, dimana manajemen (agent)
mempunyai informasi yang lebih banyak tentang perusahaan dibandingkan
pemilik perusahaan (principal). Hal-hal seperti inilah yang dimanfaatkan
seorang manajer untuk melakukan manajemen laba. Hal ini didasari bahwa
berharap seorang manajer yang cakap akan selalu melaporkan laba yang
berkualitas adalah hal yang tidak mungkin, karena seorang manajer yang
cakap dipandang lebih mampu dalam memanfaatkan peluang-peluang
yang ada untuk melakukan manajemen laba, demi mendapatkan bonus
yang lebih besar lagi. Sugiri (2005) dalam Isnugrahadi dan Kusuma (2009)
mengatakan ada dua hal prasyarat yang harus ada agar manajemen selalu
jujur dalam melaksanakan tugasnya. Pertama, kultur organisasional harus
mendukung pengambilan keputusan yang etis. Kedua, manajemen harus
memiliki pemotivator untuk selalu bertindak jujur. Tindakan manajer juga
tidak dapat langsung diamati oleh para pemegang saham. Pada kondisi ini
manajer memiliki informasi tersembunyi yang bisa dieksploitasi demi
kepentingan pribadi manajer. Pada saat yang sama terjadi asimetri
informasi yang mendorong manajemen untuk melakukan rekayasa laba.
Seorang manajer handal yang termotivasi untuk melakukan tindakan
oportunis akan lebih mampu untuk memanfaatkan peluang-peluang yang
ada untuk melakukan manajemen laba.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar