Minggu, 25 April 2021
Definisi Struktur Modal (skripsi dan tesis)
Struktur modal adalah perimbangan antara jumlah hutang jangka panjang dengan
ekuitas atau modal sendiri yang dimiliki perusahaan (Riyanto, 2001 dalam Kartika (2009)).
Struktur permodalan disebut juga sebagai keputusan untuk memilih sumber pembiayaan
atau komposisi pemilihan atas pendanaan yang merupakan perbandingan dalam
menentukan pemenuhan kebutuhan belanja perusahaan dimana dana yang diperoleh
merupakan kombinasi dari sumber yang berasal dari dana jangka panjang yang terdiri dari
dua sumber utama, yaitu berasal dari dalam dan luar perusahaan (Rodoni dan Ali,
2010:137). Menurut Weston dan Brigham (1994:180), struktur modal yang optimal pada
suatu perusahaan adalah gabungan dari hutang dan ekuitas yang memaksimumkan harga
saham perusahaan. Struktur modal berbeda dengan struktur keuangan dimana struktur
keuangan perusahaan terdiri dari seluruh utang yaitu utang jangka pendek, utang jangka
21
panjang, dan modal sendiri yang digunakan perusahaan untuk memenuhi kebutuhan
pendanaan/belanjanya. Sedangkan struktur modal adalah pendanaan permanen perusahaan
yang terdiri dari utang jangka panjang dan modal sendiri (shareholder’s equity) yang
digunakan perusahaan untuk memenuhi kebutuhan pendanaan/belanjanya. Menurut
Mardiyanto (2008) dalam Hasni (2013) struktur modal, utang jangka pendek tidak
diperhitungkan karena jenis utang ini pada umumnya bersifat spontan (maksudnya berubah
sesuai dengan perubahan tingkat penjualan), sedangkan utang jangka panjang bersifat tetap
selama jangka waktu yang relatif lebih panjang (biasanya lebih dari satu tahun) sehingga
perlu lebih dipikirkan keberadaannya oleh para manajer keuangan perusahaan. Oleh karena
itu, didalam keputusan pendanaan, struktur modal hanya terdiri dari utang jangka panjang
dan ekuitas didalam membiayai kegiatan usaha perusahaan. Struktur modal itu sendiri
biasanya mengacu pada bagaimana sebuah perusahaan mengelola pendanaan untuk aset–
asetnya melalui berbagai kombinasi dari dari modal sendiri (equity), utang (debt), serta
melalui hybrid securities. Keputusan struktur modal atau pendanaan dilakukan dengan
tidak tepat dan tidak cermat akan menimbulkan biaya modal yang tinggi sehingga akan
berpengaruh terhadap profitabilitas perusahaan. Biaya modal (cost of capital) merupakan
biaya yang harus ditanggung oleh perusahaan untuk mendapatkan pendanaan eksternal
(Stice dan Skousen, 2009:387). Teori trade off struktur modal menyatakan suatu
perusahaan tidak akan mencapai nilai optimal jika semua pendanaan dibiayai oleh hutang
atau tidak menggunakan hutang sama sekali didalam membiayai kegiatan perusahaan
sehingga untuk itu manajer perusahaan harus secara cermat dan tepat dalam mengelola
komposisi modal perusahaan (Suhendra, 2005 dalam Joni dan Lina, 2010).
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar