Rabu, 28 April 2021
Perancangan Basis Data (skripsi dan tesis)
Perancangan basis data merupakan suatu proses pembuatan sebuah desain
yang akan mendukung tujuan dan operasi dari perusahaan untuk kebutuhan sistem
basis data (Connolly dan Begg, 2005). Tujuan utama dari perancangan basis data
adalah untuk mempresentasikan data dan relationship antar data yang dibutuhkan
oleh seluruh area aplikasi dan grup pengguna, kemudian menyediakan model data
yang mendukung segala transaksi yang diperlukan pada data, serta
menspesifikasikan rancangan minimal yang secara tepat disusun untuk memenuhi
kebutuhan performa yang ditetapkan pada sistem.
Untuk mendesain basis data sebuah perusahaan, ada proses desain yang
harus dilalui yang dibagi menjadi tiga fase utama yaitu perancangan basis data
konseptual (Conceptual Database Design), perancangan basis data logikal (Logical
Database Design), dan perancangan basis data fisikal (Physical Database Design)
(Connolly dan Begg, 2005). Perancangan konseptual (Conceptual Database
Design) adalah proses membangun model data yang digunakan dalam perusahaan,
yang terlepas dari semua pertimbangan-pertimbangan fisik seperti platform
perangkat keras (dasar atau tempat untuk menjalankan perangkat lunak) contohnya
personal computer (PC), MAC, PDA/Smartphone, dan lain-lain, kemudian
program aplikasi, masalah kinerja, bahasa pemograman, target DBM dan
pertimbangan fisik lainnya. Tujuan dari perancangan basis data konseptual adalah
mengidentifikasi entitas penting beserta atribut-atributnya dan hubungan antar
entitas yang satu dengan yang lainnya.
Setelah melalui tahap perancangan basis data konseptual, tahap selanjutnya
adalah melakukan perancangan basis data logikal (Logical Database Design). Pada
tahap ini dibangun sebuah model data yang akan digunakan pada perusahan
berdasarkan sebuah model data spesifik tetapi terlepas dari DBMS (Sistem
15
Manajemen Database) dan pertimbangan fisik lainnya. Tujuan perancangan basis
data logikal adalah untuk menerjemahkan model dan konseptual menjadi model
data logikal dari basis data yang meliputi perancangan relasi-relasi dan kemudian
memvalidasi model tersebut untuk mengecek apakah sudah terstruktur dengan
benar dan mampu mendukung kebutuhan transaksi.
Tahap akhir dari perancangan basis data adalah membangun perancangan
data fisikal (Physical Database Design) yang menghasilkan deskripsi dari
pengimplementasian suatu basis data pada media penyimpanan kedua.
Menjelaskan relasi dasar, pengaturan file, dan indeks yang digunakan untuk
mencapai akses data yang efisien, integrity constraint yang terkait, serta ukuran
keamanan. Tahap ini menerjemahkan model data logikal global untuk target
DBMS. Langkah ini bertujuan untuk menghasilkan skema basis data relasional dari
model data logikal yang dapat diimplementasikan pada DBMS pilihan.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar