Menurut Handono Mardiyanto (2009), struktur modal didefinisikan
sebagai komposisi dan proposi hutang jangka panjang dan ekuitas (saham
preferen dan saham biasa) yang ditetapkan perusahaan.
Menurut Lawrence, Gitman (2000, p.488), definisi struktur modal adalah
sebagai berikut: ”Capital Structure is the mix of long term debt and equity
maintained by the firm”. Struktur modal perusahaan menggambarkan
perbandingan antara hutang jangka panjang dan modal sendiri yang digunakan
oleh perusahaan.
Weston dan Copeland (1992) memberikan definisi struktur modal sebagai
pembiayaan permanen yang terdiri dari hutang jangka panjang, saham preferen,
dan modal pemegang saham. Nilai buku dari modal pemegang saham terdiri dari
saham biasa, modal disetor atau surplus modal dan akumulasi laba ditahan.
Dari beberapa pengertian diatas dapat disimpulkan, bahwa struktur modal
merupakan pembelanjaan permanen yang menceminkan pertimbangan antara
jangka panjang dan modal sendiri baik yang berasal dari sumber internal maupun
sumber eksternal.
Jika hutang sesungguhnya (realisasi) berada dibawah target pinjaman perlu
ditambah:
Jika rasio hutang melampaui target jual saham.
Kebijakan struktur modal trade off antara risk & return;
Hutang meningkat risk meningkat return meningkat;
Risk meningkat harga saham menurun;
Return meningkat harga saham meningkat.
Dalam struktur modal juga terdapat struktur modal optimum yang merupakan
struktur modal yang mengoptimalkan keseimbangan antara risk dan return sehingga
memaksimalkan harga saham. Menurut Brigham dan Houston (2010), dalam
Muhammad Syahril Ferdiansya dan Isnurhadi, struktur modal yang optimum adalah
struktur yang memaksimalkan harga dari saham perusahaan. Oleh karena itu,
manajemen dalam menetapkan struktur modal tidak bersifat kaku tetapi disesuaikan
dengan keadaan perusahaan. Dengan demikian, tujuan pihak manajemen untuk
memaksimumkan kemakmuran pemegang saham dapat tercapai.
Ada dua jenis risiko yang terdapat pada struktur modal optimal, yaitu:
1. Risiko Bisnis (business risk)
Merupakan tingkat risiko dari operasi perusahaan jika tidak menggunakan
hutang.
2. Risiko Keuangan (financial risk)
Merupakan risiko tambahan bagi pemegang saham biasa karena perusahaan
menggunakan hutang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar