Signaling theory atau teori sinyal merupakan teori yang menjadi dasar
untuk memahami manajemen keuangan. Edwar (2012) dalam Nuraisyah
(2016) menyatakan bahwa sinyal merupakan sebuah tindakan berupa isyarat
yang dilakukan oleh manajemen perusahaan dengan memberikan petunjuk
kepada investor tentang bagaimana manajemen memandang prospek
perusahaan. Menurut Jogiyanto (2013) menyatakan bahwa informasi yang
dipublikasikan sebagai suatu pengumuman akan memberikan sinyal bagi
investor dalam pengambilan keputusan investasi. Sinyal dapat terwujud
dalam berbagai bentuk, baik secara nyata yang dapat langsung diamati,
maupun yang harus melalui analisa yang lebih mendalam terlebih dahulu.
Adanya sinyal tersebut dimaksudkan untuk memberi isyarat kepada pihak
eksternal terhadap suatu peristiwa agar pihak eksternal dapat melakukan
perubahan nilai atas perusahaan pemberi sinyal tersebut. Hal ini berarti
sebuah sinyal harus mengandung kekuantan informasi agar dapat merubah
penilaian dari pihak eksternal.
Pada dasarnya signalling theory berisi tentang pemahaman mengenai
sebuah sinyal yang dapat memberikan nilai atau manfaat bagi pihak luar.
Adanya suatu pengumuman atau peristiwa bisa memberikan sinyal positif
maupun sinyal negatif. Apabila sinyal yang diberikan adalah sinyal positif
maka akan menimbulkan dorongan bagi investor untuk melakukan transaksi
perdagangan saham, sedangkan apabila sinyal yang muncul berupa sinyal
negatif kemungkinan yang akan terjadi adalah melemahnya kegiatan
perdagangan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar