Menurut Normalita (2018), Rasio aktivitas merupakan rasio yang
menunjukkan bagaimana perusahaan menggunakan dan mengelola aset
yang dimiliki secara efektif dan efisien. Salah satu Rasio aktivitas adalah
Total Assets Turn Over (TATO). TATO berfungsi untuk mengukur seluruh
perputaran aktiva. Semakin tinggi rasio aktivitas maka kinerja manajemen
dalam mengelola aktivanya semakin baik.
Penelitian yang dilakukan Esterlina & Firdausi (2017), memperoleh
Nilai rata-rata TATO setelah merger dan akuisisi menurun baik satu tahun,
dua tahun, maupun tiga tahun setelah merger dan akuisisi. Hasil ujiwilcoxon
menyatakan terdapat perbedaan TATOyang signifikan pada satu tahun
sebelum dengan dua tahun dan tiga tahun sesudah merger dan akuisisi, pada
dua tahun sebelum dengan tiga tahun sesudah merger dan akuisisi, serta tiga
tahun sebelum dengan tiga tahun sesudah merger dan akuisisi, dengan mean
TATO sebelum merger dan akuisisi > mean TATO sesudah merger dan
akuisisi. Sehingga penelitian ini menyimpulkan terdapat adanya perbedaan
antara total asset turnover sebelum dan sesudah merger dan akuisisi.
Rahayu et al (2018), Hasil analisis data terhadap variabel Total Asset
Turn Over menunjukkan bahwa sesudah merger dan akuisisi Total Asset
Turn Over tidak berbeda. Hasil statistik deskriptif sebelum dan sesudah
akuisisi mengalami perbedaan, yaitu nilai rata-rata sesudah akuisisi lebih
rendah dibandingkan sebelum akuisisi. Dalam hal ini menunjukkan bahwa
perusahaan tidak dapat memanfaatkan seluruh aset yang dimiliki sesudah
merger dan akuisisi untuk mendapatkan pendapatan yang tinggi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar