Rabu, 29 November 2023
Pengertian Kinerja Keuangan
Kinerja adalah output yang diperoleh dari fungsi-fungsi atau indikator-indikator suatu pekerjaan atau profesi dalam waktu tertentu (Wirawan, 2009). Kinerja merupakan istilah yang digunakan secara umum untuk sebagian atau seluruh tindakan atau aktivitas dari suatu organisasi pada suatu periode dengan referensi pada sejumlah standar seperti, biaya-biaya pada masa lalu atau yang diproyeksikan sebagai dasar efesiensi, pertanggungjawaban atau akuntabilitas manajemen dan semacamnya (Zainal, Basri, Gunawan, & Mardiwasisto, 2015). Kinerja keuangan adalah suatu analis yang digunakan untuk mengetahui sejauh mana suatu perusahaan tersebut sudah melaksanakan sesuai aturan-aturan pelaksanaan secara baik dan benar. Seperti halnya membuat sebuah laporan keuangan yang telah memenuhi standar dan ketentuan dalam SAK (Standar Akuntansi Keuangan) atau GAPP (General Acepted Accounting Pronciple) (Fahmi, 2011). Kinerja keuangan secara keseluruhan merupakan gambaran prestasi yang dicapai perusahaandalam oprasionalnya. Kinerja keuangan perusahaan 9 merupakan suatu ilustrasi tentang bagaimana kondisi keuangan perusahaan tersebut selama periode waktu tertentu (Munawar, 2008). Penilaian kinerja keuangan merupakan tahapan dari aktivitas keuangan pada suatu periode tetentu yang dilaporkan dalam bentuk laporan keuangan, diantaranya yaitu : laporan neraca, laba rugi, aliran arus kas, perubahan ekuitas, dan cacatan atas laporan keuangan. 1. Laporan neraca, menggambarkan keadaan pada saat akhir tahun tersebut atas perubahan yang telah terjadi dari tahun sebelumnya (Gitosudarmo & Bisri, 2008). Neraca terdiri atas hak (sumber daya) perusahaan dan kewajiban perusahaan. 2. Laporan laba rugi, menggambarkan suatu aktivitas dalam satu tahun. Laporan laba-rugi adalah akumulasi kegiatan yang berhubungan dengan biaya dan pendapatanselama periode waktu tertentu, seperti bulanan atau tahunan (Darsono & Ashari, 2010). 3. Laporan aliran arus kas, yaitu tentang aliran kas masuk dan keluar perusahaan untuk jangka waktu tertentu. Laporan aliran kas diperlukan karena, dalam beberapa situasi laporan laba-rugi kurang akurat dalam menggambarkan kondisi keuangan suatu perusahaan (Hanafi, 2014). 4. Laporan perubahan ekuitas, mengenai perubahan modal, laba yang ditahan, agio atau disagio. Laporan perubahan ekuitas menunjukkan saldo dan perubahan hak bagi pemilik yang melekat pada perusahaan (Darsono & Ashari, 2010). 5. Catatan atas laporan keuangan, adalah informasi umum tentang perusahaan, mengenai kebijakan akuntansi yang di anut, dan penjelasan setiap akun neraca dan laba-rugi. Apabila penjelasan setiap akun neraca dan laba-rugi masih perlu dirinci, maka dijabarkan dalam bentuk lampiran. Laporan keuangan adalah sebagai alat bagi manajemen untuk mempertanggungjawabkan mengenai pengelolaan perusahaan yang telah dipercayakan kepadanya. Laporan keuangan juga berfungsi untuk menilai bagaimana kinerja manajemen dalam mengelola sumber daya yang dimiliki untuk memaksimalkan kekayaan bagi para pemegang saham sebagai pemilik. Dengan melihat Laporan keuangan, pemilik atau pemegang saham akan bisa mengetahui apakah investasi yang dilakukan pada perusahaan memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan investasi pada jenis yang lain (Darsono & Ashari, 2010)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar