Rabu, 29 November 2023

Rasio Profitabilitas

 

Rasio profilabiiitas merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur
kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dari aktifitas normal bisnisnya.
Untuk menganalisis rasio ini dapat digunakan rasi-rasio sebagai berikut:
Rasio Profitabilitas Rasio profilabiiitas merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dari aktifitas normal bisnisnya. Untuk menganalisis rasio ini dapat digunakan rasi-rasio sebagai berikut: 1. Net Profit Margin Margin laba bersih (Net Profit Margin) merupakan ukuran dariprofitabilitas perusahaan dari penjualan setelah memperhitungkan semua biaya danpajak penghasilan. Margin laba merupakan indikator strategi pendapatan harga suatu perusahaan dan seberapa baik pengendalian biaya. Menurut Brigham dan Houston (2013: 107) “Net Profit Margin adalah mengukur besarnya laba bersih perusahaan dibandingkan dengan penjualannya. Menurut Hanafi dan Halim (2017: 81) “Net Profit Margin merupakan rasio yang menghitung sejauh mana kemampuan perusahaan menghasilkan   laba bersih pada tingkat penjualan tertentu”. Dari pendapat para ahli diatas penulis mengambil kesimpulan bahwa net profit margin merupakan rasio antara laba sesudah pajak terhadap penjualan. Net profit margin berguna untuk hasil penjualan bersih selama periode tertentu dan digunakan untuk mengukur laba bersih setiap rupiah penjualan perusahaan. Semakin besar rasio ini maka semakin baik keadaan operasi perusahaan. Dengan demikian menurut Desmond Wira (2015: 83) tingginya Net Profit Margin dapat dihitung dengan rumus : 2. Return On Asset Return on Assets (ROA) merupakan salah satu rasio profitabilitas. Dalam analisis laporan keuangan, rasio ini paling sering disoroti, karena mampu menunjukkan keberhasilan perusahaan menghasilkan keuntungan. ROA mampu mengukur kemampuan perusahaan manghasilkan keuntungan pada masa lampau untuk kemudian diproyeksikan di masa yang akan datang. Menurut Brigham dan Houston (2013:90), “Rasio laba bersih terhadap total aktiva mengukur pengembalian atas total aktiva (ROA) setelah bunga dan pajak”. Dengan rumus sebagai berikut: Semakin tinggi perbandingan hasil pengembalian atas aset berarti semakin tinggi pula jumlah laba bersih yang yang dihasilkan dari setiap dana yang tertanam dalam total aset. Sebaliknya, semakin rendah hasil  pengembalian aset berarti semakin rendah pula jumlah laba bersih yang dihasilkan dari setiap dana perushaan yang tertanam dalam total aset. 3. Return on Equity Menurut Riyadi (2016: 187) Return On Equity (ROE) merupakan rasio Profitabilitas yang menunjukkan perbandingan antara laba (setelah pajak) dengan modal (modal inti), rasio ini menunjukkan tingkat persentase yang dapat dihasilkan dalam mengelola modal yang tersedia untuk mendapat net income. Adapun rumus untuk mencari Return On Equity (ROE) dapat digunakan sebagai berikut: Rasio ini menunjukkan efisiensi penggunaan modal sendiri. Semakin tinggi rasio ini, semakin baik. Artinya posisi pemilik perusahaan semakin kuat, demikian pula sebaliknya.

Tidak ada komentar: