Menurut Jumingan (2006:10) terdapat empat keterbatasan laporan
keuangan yaitu:
1) Laporan keuangan pada dasarnya merupakan laporan antara
(interim final), bukan merupakan laporan final, karena laba rugi riil
(laba rugi final) hanya dapat ditentukan bila perusahaan dijual atau
dilikuidasi. Karena alasan tersebut laporan keuangan perlu disusun
untuk periode waktu tertentu, umumnya satu tahun atau 12 bulan.
Waktu periode ini dianggap sebagai periode akuntansi baku.
2) Laporan keuangan ditunjukkan dalam jumlah rupiah yang
tampaknya pasti. Jumlah rupiah ini bisa saja berbeda bila standar
yang digunakan berbeda, karena lebih dari satu standar yang
diperkenankan. Standar yang dimaksud adalah standar menilai
jumlah rupiah. Misalnya bila dibandingkan dengan laporan
keuangan suatu perusahaan jika seandainya perusahaan itu
dilikuidasi, jumlah rupiahnya dapat sangat berbeda. Aktiva tetap
dinilai berdasarkan harga historisnya, jumlahnya kemudian
dikurangi dengan akumulasi penyusutannya. Jumlah bersihnya
tidak mencerminkan nilai penjualan aktiva tetap. Dalam keadaan
likuidasi, aktiva tidak berwujud seperti hakpaten, merek dagang,
biaya organisasi hanya dinilai satu rupiah.
3) Neraca dan laporan laba rugi mencerminkan transaksi-transaksi
keuangan dari waktu ke waktu. Selama jangka waktu tersebut
mungkin nilai rupiah sudah menurun (daya beli rupiah menurun
karena kenaikan tingkat harga-harga). Oleh karena itu untuk
menghindari adanya analisis yang menyesatkan, analisis
perbandingan harus dilakukan dengan hati-hati.
4) Laporan keuangan tidak memberikan gambaran yang lengkap
mengenai keadaan perusahaan. Laporan keuangan tidak
mencerminkan semua faktor yang mempengaruhi kondisi keuangan
dan hasil usaha karena tidak semua faktor dapat diukur dalam
satuan uang. Faktor tersebut misalnya kemampuan dalam
menemukan penjual dan mencari pembeli, nama baik dan prestise
perusahaan di mata masyarakat, kepercayaan pihak luar kepada
perusahaan, efisiensi, loyalitas, dan integritas dari pimpinan dan
karyawan, kualitas barang yang dihasilkan, kondisi-kondisi
pesaingnya, keadaan perekonomian pada umumnya, dan
sebagainya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar