Dalam pelaksanaan merger biasanya perusahaan akan melewati beberapa proses.
Secara umum tahapan-tahapan merger adalah sebagai berikut, pertama perusahaan besar
akan menentukan perusahaan target yang akan mereka beli. Lalu dilanjutkan dengan
sebuah negosiasi yang mana bila negosiasi berjalan dengan lancar akan diikuti dengan
pembelian perusahaan target dengan nilai yang telah dikehendaki bersama. Sangat
jarang sebuah perusahaan menawarkan untuk di ambilalih oleh perusahaan lain, kecuali
dalam kasus ketika perusahaan tersebut memiliki masalah/kesulitan keuangan.
Menurut Sartono (2001) tahapan pertama dalam merger adalah perusahaan yang
akan melakukan pengambilalihan akan mengindentifikasi perusahaan target. Kemudian
dilanjutkan dengan penentuan harga beli yang bersedia dibayarkan. Dalam tahapan
selanjutnya manajemen perusahaan pengambilalih akan menghubungi manajemen
perusahaan target untuk dilakukan sebuah negosiasi. Bila kedua perusahaan sepakat
maka manajemen perusahaan target akan melakukan pendekatan kepada para pemegang
saham untuk meyakinkan mereka bahwa penggabungan perusahaan ini akan membawa
keuntungan kepada kedua perusahaan, setelah para pemegang saham setuju maka
penggabungan dapat dilaksanakan baik dalam bentuk pembayaran tunai maupun dalam
bentuk pembayaran dengan saham perusahaan.
Menurut Estanol dan Jo (2005) dalam merger terdapat tiga tahapan yaitu :
- Pre – Merger
Tahap ini merupakan keadaan sebelum merger dimana dalam tahap ini, tugas
dari seluruh jajaran direksi maupun manajemen kedua atau lebih perusahaan
adalah mengumpulkan informasi yang kompeten dan signifikan untuk
kepentingan proses merger perusahaan- perusahaan tersebut sehingga dapat
terjadi sinergi dari merger yang akan dilakukan. - Merger
Ketika perusahaan memutuskan untuk melakukan merger, hal yang harus
dilakukan untuk pertama kalinya dalam tahap ini adalah penyesuaian diri dan
saling mengintegrasikan diri dengan partner mereka agar dapat terjadi sinergi. - Post – Merger
Pada tahapan ini, terdapat beberapa langkah yang harus dilakukan oleh
perusahaan. Langkah pertama (1) yang akan dilakukan oleh perusahaan adalah
dengan melakukan restrukturisasi, dimana dalam merger, sering terjadi adanya
dualisme kepemimpinan yang akan membawa pengaruh buruk dalam organisasi.
Langkah kedua (2) yang diambil adalah dengan membangun suatu kultur baru
dimana kultur atau budaya baru ini dapat merupakan gabungan dari keunggulan
kedua budaya perusahaan atau dapat juga merupakan budaya yang sama sekali
baru bagi perusahaan. Langkah ketiga (3) yang diambil adalah dengan cara
melancarkan transisi, dimana yang harus dilakukan dalam hal ini adalah dengan
membangun suatu kerjasama, dapat berupa tim gabungan ataupun kerjasama
mutual.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar