Senin, 30 Oktober 2023

Indikator Keunggulan Bersaing


Menurut (Li, et.al 2006) mengukur keunggulan bersaing perusahaan
dengan menggunakan indikator-indikator sebagai berikut :
a. Harga
Kotler (2005) mendefinisikan harga sebagai jumlah dari nilai yang
dipertukarkan pelanggan untuk manfaat memiliki atau menggunakan
produk atau jasa. Jadi dapat disimpulkan bahwa harga adalah suatu
pengorbanan ekonomi yang dilakukan pelanggan untuk mendapatkan
manfaat dari penggunaan barang maupun jasa.
b. Kualitas
Kualitas produk merupakan fokus utama dalam perusahaan, kualitas
merupakan salah satu kebijakan penting dalam meningkatkan daya
saing sebuah produk. Koufteros (1995) mendefinisikan kualitas adalah
adalah sebuah produk dapat dikatakan mampu bersaing dipasaran jika
perusahaan mampu menawarkan produk dengan memberikan
nilai/manfaat lebih kepada customer.
c. Delivery Dependability
Delivery dependability is used to monitor a suppliers' performance
in terms of delivering the product required by customers on time,
orders delivered complete and with the best quality possible (Harrison
dan Van Hoek, 2008). Waktu pengiriman daapat menjadi sumber
keunggulan kompetitif perusahaan, saat perusahaan tersebut mampu
untuk mengurangi waktu pengiriman pesanan konsumen atau
mengurangi waktu penyediaan jasa kepada konsumen.
d. Inovasi Produk
Menurut Amabile (1996) dalam Suharto dan Devie (2013) inovasi
adalah konsep yang lebih luas yang membahas penerapan gagasan,
produk atau proses yang baru. Inovasi merupakan hasil dari gagasan
kreatif yang dimiliki perusahaan. Jadi perusahaan diharapkan untuk
membentuk pemikiran-pemikiran baru dalam menghadapi pesaing
maupun pelanggan dengan berbagai macam permintaan yang ada.
e. Time to Market
Time to market adalah sejauh mana sebuah organisasi mampu
memperkenalkan / meluncurkan produk baru yang lebih cepat
daripada pesaing-pesaing lainnya (Vessey, 1991). Time to market
merupakan dimensi yang penting dari keunggulan bersaing (Holweg,
2005).

Tidak ada komentar: