Perkembangan batik pada era modern ini sangatlah pesat. Perkembangan
tersebut dikaitkan dengan banyaknya industri-industri yang tertarik dengan batik.
Para pengusaha dan pengrajin di Indonesia banyak yang tertarik menjadi
penguasaha dan pengrajin batik dikarenakan semakin banyaknya ragam hias yang
turut memperkaya motif batik indonesia, sehingga batik semakin banyak diminati
oleh masyarakat, pendapat ini didukung oleh pendapat Wulandari (2011:157)
yang mengatakan bahwa:
“Ragam hias yang bermacam-macam turut memperkaya motif kain batik
yang lama ada di Indonesia. Industri batik di Indonesia muncul sejak
adanya tradisi membatik di Nusantara. Dengan perjalanan panjang industri
batik Indonesia tetap eksis hingga sekarang. Apalagi setelah mendapat
pengakuan dari PBB bahwa batik menjadi warisan budaya Indonesia,
membuat semangat baru masyarakat untuk terus melestarikan dan
mengembangkan batik”.
Jenis industri batik sangat beragam, baik industri kecil, industri menengah
hingga industri besar. Setelah berhasil menarik minat masyarakat untuk
menggunakan batik, ternyata batik Indonesia juga mempunyai peluang yang besar
dalam memperkenalkan batik ke luar negeri melaui ekspor. Anggaran bahwa batik
Indonesia memiliki kualitas yang baik dan bagus, membuat permintaan luar
negeri akan batik Indonesia terus meningkat. Hal yang menyebabkan batik bisa
diminati oleh bangsa asing adalah karena kelebihan daari batik Indonesia tidak
dimiliki oleh negara-negara asing.
Menurut Wulandari (2011:163) mengatakan bahwa, kelebihan batik
Indonesia dibandingkan dari batik negara lain adalah keragaman motif dan desain
penggarapannya yang cenderung halus, mengingat Indonesia adalah negeri batik
yang sudah ratusan tahun mengenal dan mgembangkan batik. Menurut Wulandari
(2011:167) menjelaskan tantangan yang dihadapi oleh indutri batik antara lain:
“ a) adanya pasar global menyebabkan produk-produk dari luar negeri.
jual yang lebih murah dan dengan berbagai corak dan motif, b)
dari segi teknologi, industri batik di indonesia masih kalah jauh
dengan industri pembatikan di negara lain, c) ketersediaan bahan baku
masih terbatas, d) pemasaran masih sangat biasa, belum fokus
pemasaran untuk mengangkat batik indonesia sebagai high
internasional fashion, e) permasalahan hak kekayaan intelektual motif
batik, dan f) sumber daya manusia (sdm).”
Untuk menghadapi hambatan dan tantangan tersebut harus ada upaya
yang dilakukan oleh pemerintah, pihak swasta, maupun masyarakat. Menurut
Wulandari (2011:168) Upaya-upaya yang dilakukan tersebut antara lain: a)
adanya sekolah dan kursus informal pembatikan, b) pemerintah telah
mendokumentasikan motif-motif batik indonesia, ada sekitar 3000 motif yang
telah di dokumentasikan, c) pameran-pameran tekstil internasional, d)
pembukaan gerai-gerai batik, e) ekspor batik, f) pengiriman tenaga-tenaga ahli
batik untuk memberikan pembelajaran dan pengajaran tentang batik ke luar
negeri, g) penerbitan buku-buku berbahasa inggris tentang batik, h) pengenalan
adanya industri dan wisata batik di indonesia, dan i) meningktakan mutu,
menambah pelayanan prima, dengan harga yang bersaing sehingga pelanggan
tetap memilih produk-produk batik indonesia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar