Selasa, 31 Oktober 2023
Indikator Motivasi Ekstrinsik
Saputra (2020) indikator yang tergolong sebagai motivasi ekstrinsik
antara lain ialah berikut:
1. Policy and administration (Kebijakan dan administrasi), Kebijakan
dan administrasi yang menjadi motivasi ekstrinsik adalah kebijakan
dan administrasi yang diterapkan untuk karyawan berkaitan dengan
pekerjaan. Kebijakan dan administrasi umumnya dibuat dalam
bentuk tertulis oleh pimpinan. Kebijakan atau administrasi yang
dibuat dapat dijadikan pedoman bagi karyawan dalam
melaksanakan pekerjaan sesuai dengan tugas dan tanggung jawab
yang diberikan. Pelaksanaan kebijakan dan administrasi dilakukan
masing masing pimpinan yang bersangkutan supaya mereka dapat
berbuat seadil-adilnya.
2. Quality supervisor ( Kualitas Supervisi), Kualitas pengawasan yang
kurang baik dapat menimbulkan kekecewaan bagi karyawan.
Pimpinan harus paham cara mensupervisi karyawan sesuai dengan
tanggung jawabnya. Pimpinan harus memiliki kecakapan untuk
mengawasi karyawan dalam bekerja agar mereka merasa nyaman.
16
Oleh karena itu, para pimpinan harus berusaha memperbaiki dirinya
dengan jalan mengikuti pelatihan dan pendidikan.
3. Interpersonal relation (Hubungan Antar Pribadi), Intepersonal
relation menunjukkan hubungan perseorangan antara bawahan
dengan atasannya dan antara bawahan dengan rekan kerjanya,
dimana kemungkinan bawahan merasa tidak dapat bergaul dengan
atasannya atau rekan kerjanya.
4. Working condition (Kondisi kerja), Masing-masing manejer dapat
berperan dalam berbagai hal agar keadaan masing-masing
bawahannya menjadi lebih sesuai. Misalnya ruangan khusus bagi
unitnya, penerangan, perabotan suhu udara dan kondsi fisik lainnya.
Menurut Hezberg seandainya kondisi lingkungan yang baik dapat
tercipta, prestasi yang tinggi dapat tercipta, prestasi tinggi dapat
dihasilkan melalui kosentrasi pada kebutuhankebutuhan ego dan
perwujudan diri yang lebih tinggi.
5. Wages (Gaji), Pada umumnya masing-masing pimpinan tidak dapat
menentukan sendiri skala gaji yang berlaku didalam unitnya.
Namun demikian masing-masing manajer mempunyai kewajiban
menilai apakah jabatan-jabatan dibawah pengawasannya mendapat
kompensasi sesuai pekerjaan yang mereka lakukan.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar