Selasa, 31 Oktober 2023
Konversi Knowledge
Nonaka dan Takeuchi mengemukakan bahwa alasan fundamental mengapa
perusahaan Jepang sukses, kerena ketrampilan dan pengalaman mereka terdapat
pada penciptaan knowledge organisasi. Penciptaan knowledge dicapai melalui
pengenalan hubungan sinergik antara tacit knowledge dan explicit knowledge.
Ikujiro Nonaka dan Hirotaka Takeuchi pada tahun 1991 dan 1995, membedakan
antara tacit knowledge dan explicit knowledge, dan membagi model konversi
knowledge menjadi 4 cara sebagai berikut:
1. Tacit knowledge ke Tacit knowledge, disebut proses Sosialization.
Transfer knowledge dari satu individu ke individu lainnya dalam bentuk
tacit knowledge. Disebutkan bahwa Socialization muncul dari aktivitas
berbagi dan menciptakan pengetahuan tacit melalui pengalaman langsung.
2. Tacit knowledge ke Explicit Knowledge, disebut proses Externalization.
Transformasi knowledge dari bentuk Tacit ke bentuk Explicit. Dengan
externalization, pengetahuan tacit yang ada dalam diri individu
dikeluarkan dan diformulasikan ke dalam media lain yang dapat dengan
mudah dipelajari oleh individu lain.
3. Explicit Knowledge ke Explicit Knowledge, disebut proses Combination.
Mengorganisasi kumpulan Explicit knowledge ke dalam satu bentuk media
yang lebih sistematis, melalui proses penambahan knowledge baru,
kombinasi dan kategorisasi pengetahuan yang telah terkumpul. Kombinasi
knowledge dapat difasilitasi melalui media seperti dokumen, pertemuan,
komunikasi melalui telepon atau komputerisasi jaringan komunikasi dan
lain sebagainya. 4. Explicit Knowledge ke Tacit Knowledge, disebut proses Internalization.
Tranformasi knowledge dari bentuk Explicit ke bentuk Tacit. Contohnya
dengan proses belajar yang kemudian diikuti dengan „learning by doing„.
Ketika pengalaman melalui sosialisasi, eksternalisasi dan kombinasi
diinternalisasi ke dalam knowledge tacit individu dalam bentuk model
mental yang dibagikan atau teknik cara, knowledge ini menjadi aset yang
bernilai, dan lambat laun membentuk pengetahuan baru dalam diri
individu.(Andreas Eko Wijaya ; 2014 : 192)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar