Selasa, 31 Oktober 2023
Macam Macam Strategi
Menurut Koteen dalam Salusu (2008: 104-105), terdapat beberapa tipe strategi
yaitu sebagai berikut:
1. Strategi Organisasi (Corporate Strategy)
Strategi ini berkaitan dengan perumusan misi, tujuan, nilai-nilai dan inisiatifinisiatif strategis yang baru. Pembahasan-pembahasan ini diperlukan, yaitu
apa yang dilakukan dan untuk siapa.
2. Strategi Program (Program Strategy)
Strategi ini memberikan perhatian pada implikasi-implikasi strategis dari suatu
program tertentu. Apa dampaknya apabila suatu program tertentu dilancarkan,
apa dampaknya bagi sasaran organisasi.
3. Strategi Pendukung Sumber Daya (Rescource Support Strategy)
Strategi ini memusatkan perhatian pada memaksimalkan pemanfaatan sumber
daya esensial yang tersedia guna meningkatkan kualitas kinerja organisasi.
Sumber daya itu dapat berupa tenaga kerja, keuangan dan teknologi.
4. Strategi Kelembagaan (Institutional Strategy)
Fokus dari strategi kelembagaan ialah mengembangkan kemampuan
organisasi untuk melaksanakan inisiatif-inisiatif strategis.
Sementara itu menurut J. Winardi (2003:117-120), macam-macam startegi adalah
sebagai berikut:
1. Stategi yang direncanakan (planned strategy). Dalam hal ini intensi yang tepat
dirumuskan dan ditekankan oleh kepemimpinan sentral tertentu, dan ditopang
oleh kontrol-kontrol formal guna memastikan implementasi mereka. Tanpa
11
adanya kejutan-kejutan di dalam sebuah lingkungan yang bersifat tenang,
dapat dikendalikan atau dapat diprediksi.
2. Strategi entrepreneur (entrepreneurial strategy). Terdapat adanya intensiintensi, selaku visi pribadi dan yang tidak diartikulasikan dari seorang
pemimpin tunggal bersifat adaptif terhadap peluang-peluang baru, organisasi
yang bersangkutan berada di bawah kontrol pribadi sang pemimpin.
3. Strategi idiologikal (idiological strategy). Terdapat adanya intensi-intensi,
karena visi kolektif dari semua anggota organisasi yang bersangkutan
dikendalikan oleh
sejumlah norma kuat, yang diterima secara umum oleh para anggota tersebut.
Organisasi bersangkutan seringkali bersifat proaktif terhadap lingkungannya.
4. Stategi payung (umbrella strategy). Kepemimpinan yang mengendalikan
kegiatan-kegiatan keorganisasian secara parsial, menetapkan target-target
strategis atau batas-batas di dalam mana semua pihak harus bertindak.
Kepemimpinan secara sadar membolehkan pihak lain untuk melaksanakan
manuver-manuver dan membentuk pola-pola di dalam batasan yang ada.
5. Strategi proses (process strategy). Pihak pimpinan mengendalikan aspek- aspek proses dari startegi (siapa saja yang akan dipekerjakan, hingga dengan
demikian ia memperoleh peluang untuk mempengaruhi strategi, struktur- struktur dengan apa mereka bekerja dsb), isi faktual strategi diserahkan pada
pihak lain.
6. Strategi yang dipisahkan (disconnected strategy). Para anggota atau subunit
yang terikat dengan longgar dengan organisasi yang bersangkutan,
menciptakan pola-pola dalam arus kegiatan mereka sendiri, karena tiadanya
12
atau yang bertentangan secara langsung dengan intensi-intensi umum
organisasi yang bersangkutan.
7. Strategi Konsensus (consensus strategy). Melalui tindakan saling
menyesuaikan berbagai anggota (organisasi) berkonvergensi tentang pola-pola
yang mencakup seluruh organisasi, karena tidak adanya intensi-intensi sentral
atau umum.
8. Strategi yang dipaksakan (imposed strategy). Lingkungan eksternal
menetapkan pola-pola dalam tindakan-tindakan melalui pemaksaan secara
langsung atau melalui pembatasan pemilihan keorganisasian.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar