Sabtu, 02 September 2023

Keputusan pembelian


Shiffman,(2017) mendefinisikan keputusan sebagai pemilihan suatu
tindakan dari dua pilihan alternatif atau lebih. Seorang konsumen yang
hendak memilih harus memilih pilihan alternatif dan keputusan tanpa
pilihan disebut “Hosbon”. Setiadi (2016) mendefinisikan bahwa inti
dari pengambilan keputusan konsumen adalah proses yang
mengombinasikan pengetahuan untuk mengevaluasi dua perilaku
alternatif atau lebih, dan memilih salah satu diantaranya. Hasil dari
proses pengintegrasian ini adalah suatu pilihan yang disajikan secara
kognitif sebagai keinginan berperilaku. Dari penjelasan menurut para
ahli dapat ditarik kesimpulan bahwa semua perilaku sengaja
dilandaskan pada keinginan yang dihasilkan ketika konsumen secara
sadar memilih salah satu diantara tindakan alternatif yang ada
(Mamang,2016:121).
Keputusan pembelian merupakan kegiatan individu yang secara
langsung terlibat dalam pengambilan keputusan untuk melakukan
pembelian terhadap produk yang ditawarkan oleh penjual. Keputusan
pembelian, menurut Kotler & Armstrong (2017:226) adalah
pengambilan keputusan pembeli di mana konsumen benar-benar
membeli.
Menurut Hahn (2016:69) aktivitas yang berlangsung dalam
keputusan pembelian terbagi tiga yaitu :
a. Rutinitas konsumen dalam melakukan pembelian
b. Kualitas yang diperoleh dari suatu keputusan pembelian
c. Komitemen atau loyalitas konsumen yang sudah biasa beli
dengan produk pesaing 
Menurut Engel, Blackwell, Miniard (2016:87), pembelian produk atau jasa yang
dilakukan oleh konsumen bisa digolongkan ke dalam tiga jenis pembelian, yaitu
sebagai berikut :
1. Pembelian yang terencana sepenuhnya
Jika konsumen telah menentukan pilihan produk dan merek jauh sebelum
pembelian dilakukan, maka ini termasuk pembelian yang terencana sepenuhnya.
2. Pembelian yang separuh terencana
Konsumen biasanya sudah mengetahui ingin membeli suatu produk sebelum ke
toko, namun mungkin ia tidak tahu merek yang akan dibelinya sampai ia bisa
memperoleh informasi yang lengkap dari pramuniaga toko. Ketika ia sudah
mengetahui produk yang ingin dibeli sebelumnya dan memutuskan merek dari
produk tersebut di toko, maka ini termasuk pembelian yang separuh terencana.
3. Pembelian yang tidak terencana.
Konsumen sering membeli suatu produk tanpa direncanakan terlebih dahulu.
Keinginan untuk membeli sering muncul di toko ketika ada faktor yang
menyebabkan konsumen membeli suatu produk, maka ini termasuk pembelian
yang tidak terencana.
Menurut Swastha dan Handoko (2018:102) setiap keputusan pembelian
mempunyai satu struktur sebanyak tujuh komponen, yaitu :
1. Keputusan tentang jenis produk
2. Keputusan tentang bentuk produk
3. Keputusan tentang merek
4. Keputusan tentang penjualannya
5. Keputusan tentang jumlah produk
6. Keputusan tentang waktu pembelian

Tidak ada komentar: