Menurut Peter dan Olson (2000) dalam Suwarti dkk (2018)
Pengambilan keputusan konsumen (consumer decision making) adalah
proses integrasi yang digunakan untuk mengkombinasikan pengetahuan
untuk mengevaluasi dua atau lebih perilaku alternatif dan memilih satu
diantaranya. Menurut Tjiptono (2015) Keputusan pembelian adalah sebuah
proses dimana konsumen mengenal masalahnya, mencari informasi
mengenai produk atau merek tertentu dan mengevaluasi secara baik masing-
masing alternative tersebut dapat memecahkan masalahnya, yang kemudian
mengarah kepada keputusan pembelian.
Menurut Kotler dan Keller (2009) terdapat lima tahapan dalam
dalam pengambilan keputusan pembelian yang menjadi indikator dalam
penelitian ini yaitu:
a. Pengenalan Masalah
Proses pembelian dimulai ketika pembeli menyadari suatu
masalah atau kebutuhan yang dipicu oleh rangsangan internal atau
eksternal. Pemasar harus mengidentifikasi keadaan yang memicu
kebutuhan tertentu dengan mengumpulkan informasi dari sejumlah
konsumen. Lalu mereka dapat mengembangkan strategi pemasaran yang
memicu minat konsumen. Terutama untuk pembelian fleksibel seperti
barang-barang mewah, paket liburan, dan pilihan hiburan, pemasar
mungkin harus meningkatkan motivasi konsumen sehingga pembelian
potensial mendapat pertimbangan serius.
b. Pencarian Informasi.
Tahap proses keputusan pembeli dimana konsumen ingin mencari
informasi lebih banyak, informasi dapat diperoleh melalui sumber
informasi yang berasal dari pribadi (keluarga, teman, tetangga, rekan),
komersial (iklan, situs web, wiraniaga), publik (media massa), dan
eksperimental (penanganan, pemeriksaan, penggunaan produk). Jumlah
dan pengaruh relatif dari sumbersumber ini bervariasi dengan kategori
produk dan karakteristik pembeli. Secara umum, konsumen menerima
informasi terpenting tentang produk dari komersial yaitu sumber yang
didominasi pemasar.
c. Evaluasi Alternatif.
Beberapa konsep dasar yang akan membantu kita dalam
memahami proses evaluasi: pertama, konsumen berusaha memuaskan
sebuah kebutuhan. Kedua, konsumen mencari manfaat tertentu dari
solusi produk. Ketiga, kosumen melihat masing-masing produk sebagai
sekelompok atribut dengan berbagai kemampuan untuk menghantarkan
manfaat yang diperlukan untuk memuaskan kebutuhan.
d. Keputusan Pembelian.
Dalam tahap evaluasi konsumen membentuk preferensi
antarmerek dalam kumpulan pilihan. Konsumen mungkin juga
membentuk maksud untuk membeli merek yang paling disukai. Dalam
melaksanakan maksud pembelian, konsumen dapat membentuk lima sub
keputusan : merek (merek A), penyalur (penyalur 2), kuantitas (1
komputer), waktu (akhir minggu), dan metode pembayaran (kartu kredit).
e. Perilaku Pascapembelian.
Setelah pembelian, konsumen mengalami konflik dikarenakan
melihat fitur mengkhawatirkan tertentu atau mendengar hal-hal
menyenangkan tentang merek lain dan waspada terhadap informasi yang
mendukung keputusannya. Komunikasi pemasaran seharusnya memasok
keyakinan dan evaluasi yang memperkuat pilihan konsumen dan
membantunya merasa nyaman tentang merek tersebut. Karena itu tugas
pemasar tidak berakhir dengan pembelian
Sabtu, 02 September 2023
Keputusan Pembelian
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar