Kepuasan kerja mempunyai peranan yang sangat penting dalam
mewujudkan tujuan perusahaan. Kepuasan kerja juga memiliki kontribusi besar
terhadap peningkatan maupun semangat kerja dari setiap karyawan.
Kepuasaan kerja seseorang individu tergantung karakteristik individu dan
situasi pekerjaan. Setiap individu akan memiliki tingkat kepuasaan yang berbeda
sesuai dengan sistem nilai yang berlaku dalam dirinya. Semakin banyak aspek
dalam pekerjaan yang sesuai dengan kepentingan dan harapan individu tersebut
maka semakin tinggi tingkat kepuasan yang dirasakannya, dan sebaliknya.
Kepuasan kerja tergantung kesesuaian atau kseseimbangan (equity) antara yang
diharapkan dengan kenyataan (Umam, 2012: 192).
Menurut Sunyoto (2013: 210) kepuasaan kerja (job satisfaction) adalah
keadaan emosional yang menyenangkan atau tidak menyenangkan dimana para
karyawan memandang pekerjaannya.
Priansa (2014: 291) menyatakan bahwa kepuasan kerja merupakan
perasaan pegawai terhadap pekerjaannya, apakah senang / suka atau tidak senang /
tidak suka sebagai hasil interaksi pegawai dengan lingkungan pekerjaannya atau
sebagai hasil interaksi pegawai dengan lingkungan pekerjaannya atau sebagai
persepsi sikap mental, juga sebagai hasil penilaian pegawai terhadap
pekerjaannya. Perasaan pegawai terhadap pekerjaannya mencerminkan sikap dan
perilakunya dalam bekerja.
Menurut Widodo (2017: 170) kepuasaan kerja adalah suatu sikap umum
terhadap pekerjaan seseorang sebagai perbedaan antara banyaknya ganjaran yang
diterima pekerja dengan banyaknya ganjaran yang diyakini seharusnya diterima
Rabu, 27 September 2023
Pengertian Kepuasan Kerja
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar