Kepercayaan konsumen didefinisikan sebagai sebuah kerelaan individu
dalam menerima berbagai resiko dari tindakan dari individu lain atas dasar adanya
harapan individu lain melakukan tindakan penting untk individu yang sudah
mempercayainya, walaupun tidak mampu mengawasi serta mengontrol berbagai
tindakan individu lain yang telah dipercaya (Ayuningtyas dan Gunawan, 2018).
Menurut Kotler, kepercayaan akan membentuk citra terhadap merek dan
produk, orang berbuat sesuai dengan kepercayaannya. Menurut Mowen dan Minor,
kepercayaan konsumen adalah semua pengetahuan yang dimiliki oleh konsumen
dan semua kesimpulan yang dibuat konsumen tentang obyek, atribut dan
manfaatnya. Menurut Ambarwati (2019) kepercayaaan adalah pernyataan antara
kedua belah pihak dalam suatu hubungan. Salah satu pihak berperan sebagai
controlling asset (penyedia produk atau jasa) dan pihak lain adalah sebagai
pengguna yang meyakini adanya manfaat dari produk jasa. Keyakinan pihak yang
satu terhadap pihak yang lain akan menimbulkan perilaku interaktif yang akan
memperkuat hubungan dan membantu mempertahankan hubungan tersebut. Pada
akhirnya, kepercayaan akan menjadi komponen yang bernilai untuk menciptakan
hubungan yang sukses.
Kepercayaan pembeli terhadap penjual online yang terkait bagaimana si
penjual tersebut dengan keahliannya dapat meyakinkan pembeli menjamin
keamanan ketika sedang melakukan transaksi pembayaran meyakinkan transaksi
akan segera diproses. Kendala ini terkait dengan keberadaan penjual online. Oleh
sebab itu seorang pembeli harus mencari tahu terlebih dahulu keberadaan penjual
online. Dalam situs online shop biasanya akan menampilkan informasi tentang para
penjual yang lapaknya sering diakses oleh pengunjung, disitulah pembeli dapat
memanfaatkan layanan dan informasi ini ketika akan membeli secara online agar
mengetahui status dari penjual (Adityo, 2011).
Andriyano & Rahmawati (2016) mendefinisikan kepercayaan adalah dengan
bagaimana seseorang menganggap mitra bisnisnya memiliki kredibilitas dan integritas,
sehingga mereka bersedia untuk bergantung kepada mitra bisnisnya. Logika yang
digunakan dalam penelitian terdahulu adalah kepercayaan memiliki pengaruh positif
terhadap minat dalam menggunakan.
Morgan dan Hunt (Ananto, 2012) mendefinisikan kepercayaan pelanggan
adalah suatu rasa percaya kepada mitra dimana seseorang berhubungan. Sementara
itu Indarjo (2011) mendefinisikan kepercayaan pelanggan sebagai suatu kerelaan
untuk bergantung kepada partner dalam suatu hubungan transaksi dimana dalam
diri partner itulah diletakkan keyakinan. Kepercayaan pelanggan timbul dari suatu
proses yang lama. Apabila kepercayaan pelanggan sudah timbul antara pelanggan
dan perusahaan, maka usaha untuk membina hubungan kerjasama akan lebih
mudah
Sabtu, 02 September 2023
Kepercayaan
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar